Pantau Flash
Stadion Klabat Jadi Kandang Persipura di Liga 1 Musim 2020
Zidane: Guardiola Pelatih Terbaik Dunia
Budi Karya: Pemerintah Akan Gelar Sayembara Desain Bandara Ibu Kota Baru
Virus Korona Telah Sampai Amerika Selatan, Brazil Konfirmasi Korban Pertama
Indonesia Keluar dari Negara Berkembang, Menperin: RI Perlu Persiapan

BI Klaim Rupiah Stabil Diangka Rp15.200 per Dolar AS

Headline
BI Klaim Rupiah Stabil Diangka Rp15.200 per Dolar AS Gedung Bank Indonesia (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Bank Indonesia menyebutkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS saat ini sudah stabil dan bergerak sesuai mekanisme pasar.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan nilai rupiah sudah stabil saat ini, ketika kurs rupiah bergerak di kisaran Rp15.200 per dolar AS.

"Kondisi nilai tukar tetap stabil, pasokan dan permintaan di pasar berjalan baik, mekanisme pasar bergerak secara baik," kata Perry, Jumat (19/10/2018).

Baca juga: Rupiah Bergerak Menguat karena Respon Kebijakan Insentif Pajak

Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar AS Rate (Jisdor) yang diumumkan di laman BI, Jumat, menunjukkan rupiah berada di Rp15.221 per dolar AS.

Perry mengatakan kondisi nilai tukar rupiah saat ini menunjukkan kepercayaan pelaku pasar termasuk investor global terhadap kondisi perekonomian domestik.

"Perkembangan global dari hari ke hari ada berita baru, wajar kalau pergerakan nilai tukar rupiah merespons," ujarnya.

Pergerakkan nilai tukar rupiah setelah menembus level Rp15.000 per dolar AS relatif stabil dengan tingkat volatilitas yang tidak terlalu dalam.

Baca juga: Perluas Pasar, Surveyor Indonesia Kejar Revolusi Industri 4.0

Sementara, kalangan ekonom menyebutkan nilai tukar rupiah yang sudah berada di kisaran Rp15.000-an per dolar AS merupakan titik keseimbangan (ekuilibrium) baru yang mencerminkan kondisi fundamental perekonomian Indonesia.

Ekonom Agustinus Prasetyantoko meyakini rupiah akan sulit kembali menguat dari level saat ini mengingat ketidakpastian ekonomi global diperkirakan masih akan berlanjut yang menyebabkan pengetatan likuiditas global.

"Dengan pasokan dan likuiditas yang terbatas, kita tidak akan kembali ke Rp13.000 atau Rp14.000. Rp15.000 inilah titik keseimbangan baru buat rupiah kita," ujar Agustinus.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: