Pantau Flash
BI: Aliran Modal Asing Selama Wabah COVID-19 Capai Rp167,9 Triliun
Kemenag RI Pastikan Arab Saudi Tak Batalkan Haji 2020
COVID-19 Indonesia 1 April: 1.677 Positif, 103 Sembuh, dan 157 Meninggal
Kapolri Segera Terbitkan TR SOP Penanganan Penyebaran COVID-19
Tottenham Potong Gaji Karyawaran Sebesar 20 Persen

Bingung Uangnya Mau Diapain? Coba Deh 5 Investasi Menguntungkan Ini

Bingung Uangnya Mau Diapain? Coba Deh 5 Investasi Menguntungkan Ini Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Saat ini masyarakat Indonesia sudah menyadari pentingnya berinvestasi. Investasi sangat perlu dilakukan jika kamu memang menginginkan financial freedom guna keuangan jangka panjangmu.

Semakin dini kamu berinvestasi, maka semakin baik pula hasil yang akan kamu dapatkan dalam jangka panjang. Terkadang, orang bingung harus berinvestasi apa untuk mengamankan asetnya. Namun kamu jangan ragu, Pantau.com akan berikan beberapa investasi terbaik dan menguntungkan:

Baca juga: Daftar 5 Orang Terkaya di Indonesia Sebelum Merdeka

1. Deposito Berjangka

Deposito berjangka adalah produk bank sejenis tabungan, dimana uang yang disetorkan dalam deposito berjangka tidak boleh ditarik nasabah dan baru bisa dicairkan sesuai dengan tanggal jatuh temponya. Ada beberapa jangka waktu yang bisa dipilih, yaitu 1, 3, 6, 12, atau 24 bulan. 

Namun, bila deposito dicairkan sebelum tanggal jatuh tempo, maka akan kena penalti. Kelebihan dari deposito adalah tingkat suku bunga bank yang diberikan lebih besar daripada produk tabungan biasa, karena itulah uang yang telah disimpan hanya boleh ditarik nasabah setelah jangka waktu yang ditentukan.


2. Emas atau logam mulia

Investasi emas atau logam mulia masih menjadi investasi yang cukup banyak diminati di Indonesia. Investasi ini merupakan aset yang mudah dijual atau diuangkan.

Tetapi tentu saja, berinvestasi emas tetap memiliki tingkat risiko, antara lain karena fisiknya yang kurang praktis sehingga membutuhkan tempat penyimpanan yang dilengkapi keamanan ekstra. Risikonya akan lebih tinggi jika Anda memiliki emas-emas batangan dalam jumlah yang besar sehingga tidak dapat menyimpannya di sebuah brankas yang kecil.

Emas Batangan (Foto: OJK)

3. Properti

Nilai properti umumnya terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal inilah yang membuat properti jadi salah satu investasi jangka panjang yang cukup menjanjikan. 

Namun perlu diketahui bahwa selain keuntungan, kerugian melakukan investasi properti juga bisa saja terjadi. Salah satunya adalah saat kamu akan mengeluarkan biaya yang tinggi, dan membutuhkan banyak uang untuk membeli sebuah properti.

Baca juga: 5 Skill yang Harus Dimiliki Calon Ekonom Versi Sri Mulyani

4. Reksadana

Reksadana adalah salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Reksadana adalah wadah dan pola pengelolaan dana atau modal bagi sekumpulan investor untuk berinvestasi dalam instrumen-instrumen investasi yang tersedia di pasar modal dengan cara membeli unit penyertaan reksadana. Dana ini kemudian dikelola oleh Manajer Investasi (MI) untuk diinvestasikan ke dalam portofolio investasi, seperti saham, obligasi, pasar uang ataupun efek sekuriti lainnya.


5. Investasi obligasi

Investasi obligasi adalah investasi yang cukup menguntungkan, karena pemilik obligasi akan mendapatkan keuntungan dari kupon dan potensi kenaikan harga obligasi.

Investasi obligasi dapat diartikan kamu berinvestasi di surat utang (dalam bahasa Inggris disebut dengan istilah bond) dalam jangka waktu lebih dari 1 tahun. Surat utang dalam jangka kurang dari 1 tahun disebut instrument pasar uang (money market instrument). Periode jatuh tempo obligasi dapat mencapai 30 puluh tahun.  

Obligasi atau surat utang dapat dikeluarkan oleh pemerintah maupun perusahaan swasta. Setiap obligasi akan dijual pertama kali pada nilai nominal (par value). Dalam perjalanannya obligasi dapat diperjualbelikan dalam pasar modal. Tentu saja harga sebuah obligasi dapat mengalami kenaikan maupun penurunan. 

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - TIH

Berita Terkait: