Pantau Flash
KPK Gagal Temukan Nurhadi saat Geledah Kantornya di Jaksel
Ojek Online Demo Tolak Revisi UU 22 Tahun 2009
Ratusan Driver Ojol Geruduk Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto-Slipi Ditutup
Bank Indonesia: Uang Beredar di Januari 2020 Meningkat 7,1 Persen
Ada 200 Agen Umrah yang 'Menjerit' Akibat Kebijakan Arab Saudi

Bongkar Data, Kementerian Pariwisata Langsung Sentil Maskapai Nasional

Bongkar Data, Kementerian Pariwisata Langsung Sentil Maskapai Nasional Penumpang pesawat tiba di kawasan Terminal Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali (Foto: Antara/Fikri Yusuf)

Pantau.com - Kementerian Pariwisata menilai masih ada potensi penerbangan mancanegara yang belum dimanfaatkan dengan baik oleh maskapai nasional. 

Staf Khusus Kementerian Pariwisata bidang infrastruktur, Judi Rifajantoro menilai, banyak kapasitas tempat duduk (seat capacity) yang belum sesuai antara ketersediaan maskapai dengan potensi wisatawan mancanegara. 

"Jadi kami melihat ada 3 (negara asal) wisman yang sedang tumbuh pesat yakni China, Eropa India. Kita tinggal lihat bagaimana seat capacity dari 3 negara itu karena bagaimanapun pun tourist suka direct flight," ujarnya dalam FGD Federasi Pilot Indonesia, di Gedung Perpustakaan Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (28/3/2019).

Baca juga: Alasan Indonesia Masih Gunakan Batu Bara saat Eropa dan China Beralih

Ia memaparkan beberapa data soal negara yang mempunyai potensi tinggi tapi seat capacity yang tersedia masih kecil. 

"(Internasional seat capacity) Australia pas-pasan, China sangat sendikit dibandingkan potensinya kita hanya punya 2,5 juta padahal potensi 140 juta wisman dari China," katanya. 

"Jepang, Korea ini pas-pasan boleh dibilang kurang, Eropa apalagi. Eropa sudah 2 juta tahun lalu, seat capacity masih kecil sekali, India tahun lalu sudah 700 ribu seat capacity baru puluhan ribu direct flight," paparnya.

Judi mengatakan, padahal turis lebih menyukai direct flight sehingga seharusnya internasional seat capacity bisa lebih diutamakan. Apalagi untuk beberapa negara yang peluangnya cukup besar. 

Baca juga: Mengintip BUMN Pupuk Indonesia yang Punya Anak Perusahaan di Iran 

Akibatnya, banyak potensi wisatawan mancanegara negara ini tidak bisa melakukan direct flight dan harus melewati negara lain untuk transit.

"Jadi mereka pasti lewat Singapura atau Malaysia," katanya. 

"Ini lah internasional seat capacity dari pasar utama kita. Kita lihat Malaysia, Singapura, besar, kenapa karena mereka adalah hub jadi dia tidak hanya angkut orang Malaysia Singapura tapi juga orang seluruh dunia sehingga kapasitasnya tinggi," pungkasnya.

Tim Pantau
Penulis
Nani Suherni
Reporter
Ratih Prastika
Category
Ekonomi

Berita Terkait: