BPS: Tantangan Sensus Penduduk 2020 Akan Lebih Berat

Kepala BPSKepala BPS

Pantau.com Badan Pusat Statistik (BPS) akan kembali melakukan sensus penduduk pada 2020. Sensus serupa sebelumnya dilakukan BPS pertama kali pada 1961 dan terakhir pada 2010.

“Tantangannya akan berat, pertama penduduk (Indonesia) tahun 2020 sudah 271 juta (orang). Penduduknya makin besar,” ujar Kepala BPS Suhariyanto saat ditemui usai Kick Off Meeting Sensus Penduduk 2020 di Gedung BPS, Rabu (14/3/2018).

Ia mengatakan, perkembangan teknologi juga banyak mengubah kehidupan masyarakat. Selain itu, menurutnya mobilitas masyarakat yang semakin tinggi juga menjadi salah satu tantangan kegiatan survei.

Deputi Bidang Statistika Sosial BPS M. Sairi Hasbullah menambahkan, tantangan dari adanya perubahan sosial juga lebih besar lagi. Salah satunya, transisi demografi masyarakat yang menjadi semakin individual.

“2020, isu privasi akan dominan, trust masyarakat kepada petugas tidak ada waktu luang seperti sulit ditemui waktu kerja sibuk, weekend sibuk di tepat liburan, ini tantangan besar,” ujarnya.

Baca juga: Ini Manfaat Sensus Penduduk untuk Pemerintah

Selain itu, hunian ekslusif juga dinilai semakin berkembang dan menjadi tantangan para petugas survei. Sairi memastikan, pihaknya bakal mengupayakan semuanya akan dapat tercacah untuk Sensus Penduduk 2020.

“Kita harus temukan jalan untuk lakukan pencacahan. Siapapun yang tinggal di hunian ekslusif, apartemen mewah, kita upayakan semua tercacah dalam Sensus Penduduk 2020,” katanya.

Ia mengaku BPS akan terus mengupayakan pemanfaatan teknologi agar sensus lebih mudah dilakukan.  “Teknologi informasi kita implementasikan. Command center kita rancangan semua aktifitas sensus terpantau, menerapkan teknologi terbaru, kemudian kita juga senantiasa bekerja sama dengan teman-teman yang mengadministrasi,” paparnya.

Baca juga: Duh! Peran Perempuan dalam Pertumbuhan Ekonomi (Disebut) Masih Kurang

Tim Pantau
Penulis
Martina Prianti