BPS Ungkap Tujuan Pengumpulan Data E-Commerce

Kantor Pusat BPS. (Pantau.com/Ratih Prastika)Kantor Pusat BPS. (Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com  Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto mengatakan BPS tengah melakukan perekaman data para pelaku perdagangan secara elektronik (e-commerce). Pengumpulan data dilakukan mulai minggu I hingga II Januari 2018 dengan referensi waktu data yang dikumpulkan adalah triwulanan untuk periode 2015-2016 dan bulanan untuk periode 2017.

Ia menyampaikan data penjualan dan nilai transaksi e-commerce akan meningkatkan kualitas data konsumsi rumah tangga dan menjadi acuan pengembangan ekonomi digital.

Sebenarnya, Ia mengatakan data perdagangan dalam jaringan (online) telah tertangkap dalam data konsumsi rumah tangga yang sudah dihimpun lembaga tersebut. Alasannya, semua barang yang diperdagangkan itu, baik produk dalam negeri maupun impor, sama-sama dibeli dan digunakan masyarakat Indonesia.

“Barangnya itu-itu saja. Cuma transaksinya kalau dulu semuanya offline, sekarang sebagian online. Survei e-commerce itu kita ingin memastikan lagj porsi dari online berapa,” kata Suhariyanto, Kamis (15/2/2018).

Ia menjelaskan perekaman data e-commerce dipastikan tidak akan mengganggu dan memperngaruhi konsumsi karena sifatnha hanya menangkap data. Menurutnya, perekaman data perlu dilakukan lebih teliti guna menyiapkan langkah antisipasi atas pergerakan sektor tersebut.

“Kita kan perlu pelajari ‘what will happen in the future’. Suatu saat apa betul semua akan pindah online? Tidak juga, tapi kita perlu antisipasi,” katanya.

Tim Pantau