Pantau Flash
Blak-blakan Menkes: Pemerintah Tidak Ada Rencana untuk Subsidi Test PCR
Maluku Utara Diguncang Gempa 5,1 Magnitudo, Berpusat di Kedalaman 92 Km
Kabar Gembira! Menkes Buka Peluang Vaksinasi Usia 5-11 Tahun Dimulai Awal 2022
Polri Ringkus Komplotan Judi dan Pornografi Online, Raup Rp4,5 Miliar per Bulan
Kapolda Sumut Copot Kapolsek Kutalimbaru, Buntut Ulah Anak Buahnya Cabuli Istri Tahanan

Bukan Dolar! Ini Mata Uang Tertua di Dunia, 600 Tahun Lebih Tak Berubah

Bukan Dolar! Ini Mata Uang Tertua di Dunia, 600 Tahun Lebih Tak Berubah Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Kalau sobat Pantau menilai bahwa  dolar adalah mata uang paling tua di dunia kalian salah. 

Mata uang tertua di dunia ini rupanya adalah mata uang negara Ratu Elizabeth 2, yakni Pound sterling. Dengan lambang £, pound sterling adalah mata uang Britania Raya. Selain di Britania Raya, Pound sterling juga digunakan di Kepulauan Falkland, Gibraltar, Guernsey, Jersey, Kepulauan Falkland, dan lain-lain.

Mata uang dengan gambar sang ratu ini adalah mata uang tertua di dunia yang telah ada dan tidak berubah sejak 600 tahun terakhir. 

Nama mata uang ini juga rupanya terdiri dari kata "pound" dan "sterling" sendiri merujuk pada logam perak seberat satu pound yang digunakan sebagai nilai pembanding mata uang tersebut. 

Baca juga: Bank Sentral China Akan Ikut Urusi Pinjaman Online


Pound sterling (Foto: bbc.co.uk)

Pada masa modern, nilai Pound Sterling tidak lagi dikaitkan dengan nilai perak dalam berat tertentu, melainkan ditentukan oleh mekanisme pasar berdasarkan penawaran dan permintaan.

Pihak yang paling bertanggung jawab atas sirkulasi dan nilai tukar Pound Sterling adalah Bank of England selaku bank sentral.

Britania Raya adalah anggota Uni Eropa, tetapi tidak menggunakan Euro sebagai mata uang, setelah referendum yang dilaksanakan mengindikasikan keengganan penduduk negara ini untuk menggunakan mata uang Euro. Negara Uni Eropa lainnya yang tidak menggunakan Euro adalah Denmark dan Swedia.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni

Berita Terkait: