Pantau Flash
Erick Thohir Ganti Dirut PT Pembangunan Perumahan
Doni Monardo Sebut Akan Ada Standarisasi Harga Tes PCR
Gempa M 7,1 Maluku Utara Akibat Subduksi Lempeng Laut Filipina
Seorang Pemain Tottenham Hotspur Positif Terinfeksi COVID-19
Pemerintah Segera Bayar Dana Kompensasi kepada PLN dan Pertamina

Bukti Utang Adalah Warisan, Pria Ini Bayar Utang Kakeknya Rp59 juta

Headline
Bukti Utang Adalah Warisan, Pria Ini Bayar Utang Kakeknya Rp59 juta Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Jika ada istilah utang adalah beban keluarga, hal itu benar-benara terjadi. Pasalnya ada beberapa negara yang mencantumkan hukum bagi ahli waris membayar hutang leluhurnya.

Dan kali ini aturan tersebut telah ditunaikan oleh keluarga Shen Wensheng. Dilansir China daily, kakek Shen rupanya pernah meminjam uang kepada aula leluhur selama periode Republik China (1912-49) dan dia tidak pernah melunasinya sebelum dia meninggal karena sakit pada usia 29, menurut laporan dari Wenling Daily.

Shen pembayaran sebesar 30.000 yuan atau Rp59 juta lebih. Sebelumnya, Ayah Shen juga gagal membayar hutang, yang telah ditinggalkan. Shen mengetahui utang dari ibunya ketika dia masih kecil dan mengingatnya sejak saat itu.

Baca juga: Jangan Sombong, Utang Juga Bisa Jadi Warisan ke Anda Lho

30.000 yuan berasal dari tabungan yang telah dikumpulkan Shen selama bertahun-tahun. Dia mengatakan itu adalah kebiasaan rakyat setempat untuk seorang putra untuk membayar hutang ayahnya.

Shen Hengyuan, anggota Aula Leluhur Keluarga Shen di desa Ni'ao yang menerima pembayaran, mengatakan orang-orang dari generasinya tidak mengetahui utang itu, yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu, dan tidak tahu berapa banyak yang dipinjam oleh kakek Shen Wensheng .

Baca juga: Berkaca dari Kasus Aulia Kesuma, Apakah Suami Wajib Melunasi Utang Istri?

Dia mengatakan dia tersentuh melihat lelaki tua itu bersikeras membayar hutang kakeknya, bahkan setelah bertahun-tahun.

Dia mengatakan jumlah tersebut akan digunakan untuk memelihara aula leluhur untuk mendidik generasi selanjutnya tentang kebajikan moral leluhur mereka.

Tim Pantau
Penulis
Nani Suherni

Berita Terkait: