Pantau Flash
Indonesia Kecam Rencana Aneksasi Israel Terhadap Palestina
Welcome New Normal: Penumpang KRL Dilarang Bicara dan Telepon
Pasien Sembuh COVID-19 Kembali Bertambah, Kini Total 6.240
MUI: Jika Mal Sudah Direlaksasi, Masjid Tentu Juga Sudah Bisa!
1,8 Juta Orang Tinggalkan Jabodetabek di Tengah Larangan Mudik COVID-19

Buwas Pastikan Operasi Pasar untuk Beras dan Gula Terus Berjalan

Headline
Buwas Pastikan Operasi Pasar untuk Beras dan Gula Terus Berjalan Dirut Bulog, Budi Waseso. (Foto: Antara)

Pantau.com - Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso memastikan stabilisasi harga bahan pokok beras dan gula melalui operasi pasar yang dilaksanakan di seluruh Indonesia terus berjalan lancar, meskipun izin impor gula sempat mengalami keterlambatan.

"Berdasarkan pantauan kami, harga beras sudah kembali normal sejak awal kemunculan wabah ini pada awal Maret lalu, sedangkan harga gula mulai terasa normal sejak Bulog melakukan operasi pasar khusus gula secara serentak sejak awal Mei 2020," kata Budi Waseso atau akrab disapa Buwas di Jakarta.

Buwas mengakui bahwa sebelumnya sempat terjadi mahalnya harga beras dan gula akibat kelangkaan bahan pangan pokok tersebut.

Baca juga: Kemendag Sita 300 Ton Gula dari Distributor Ilegal

Ia menegaskan bahwa penanganan soal harga dan ketersediaan beras segera ditangani lewat distribusi yang cepat dari gudang-gudang Bulog.

BUMN pangan tersebut juga menjamin kecukupan pangan pokok bisa bertahan hingga akhir tahun dengan stok beras yang dikuasai saat ini mencapai sebesar 1,4 juta ton yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Berbeda halnya dengan beras, stok gula justru mulai langka menjelang akhir tahun. Sebagai antisipasi, sejak November 2019 Bulog sudah mengajukan izin impor namun baru diterbitkan oleh Kementerian Perdagangan pada 7 April 2020.

Guna stabilisasi harga gula yang sudah kian melambung, Perum Bulog pun menggelontorkan 21.800 ton gula kristal putih (GKP) yang baru datang dari India pada 5 Mei lalu. Gula impor tersebut langsung didistribusikan ke pasar tradisional dengan dijual ke pedagang eceran dengan harga Rp11.000 per kg.

Baca juga: Bulog Memasok 1,4 Ton Gula, Kondisi Pasar di Banten Stabil

Dengan begitu, harga gula di tingkat konsumen diharapkan tidak lebih dari harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp12.500 per kg. Ada pun impor gula tersebut merupakan tahap pertama, dari total izin impor yang dimiliki Bulog sebesar 50.000 ton.

"Sejak awal kami sudah mengantisipasi kelangkaan gula dan meminta kuota impor gula pada akhir 2019, namun izin impor baru diberikan pada 7 April 2020 sehingga menyebabkan suplai gula terlambat," kata mantan Kabareskrim Polri itu.

Sebagaimana diketahui bahwa harga gula pasir di tingkat konsumen menjelang bulan Ramadhan melonjak hingga Rp20.000 per kilogram sehingga perlu intervensi yang masif dari pemerintah. Dengan stok yang dikuasai, Perum Bulog sangat optimistis dapat menekan harga gula kembali ke HET Rp12.500 per kilogram. Berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), harga rata-rata gula pasir nasional hingga Rabu (20/5) sudah mencapai Rp17.150 per kilogram, atau menurun dibandingkan pada pekan lalu sebesar Rp17.400 per kg.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: