Pantau Flash
Sri Mulyani Usul Minuman Manis dalam Kemasan Jadi Objek Cukai
Wabah Virus Korona Dongkrak Harga Emas ke Level Tertinggi
Ketua DPRD Sebut Surat Anies Baswedan Soal Formula E Ilegal
Freeport Keluarkan Kocek 600 Juta Dolar AS untuk Bangun Smelter
Victoria Keluarkan Peringatan Berhati-hati Terhadap WNI Terkait Korona

Canggih! Ada Drone Tanam Padi di Indonesia

Headline
Canggih! Ada Drone Tanam Padi di Indonesia Drone penanam padi (Foto: Kementerian Pertanian)

Pantau.com - Pernah lihat lomba balapan pesawat tanpa awak kapal alias drone?  Sudah biasa lah ya... Soalnya kali ini ada drone yang mampu menanam padi nih. Lokasinya juga bukan di luar negeri cukup di Indonesia. 

Kementerian Pertanian (Kementan)  melakukan penanaman padi dengan menggunakan drone tebar benih di lahan rawa hasil Program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (SERASI) seluas 3.591 hektare di Desa Muara Padang, Kecamatan Muara Padang, Banyuasin, Sumatera Selatan.

Direktur Alat dan Mesin Pertanian, Kementan, Andi Nur Alam Syah menjelaskan penanaman padi seluas 3.591 hektare ini merupakan bagian dari total target penanaman padi 200.000 hektar seluruh Provinsi Sumatera Selatan hingga bulan Oktober 2019.

Baca juga: Harga Minyak Anjlok, Raja Salman Ganti Menteri Energi dengan Putranya

"Tanam padi menggunakan drone ini dapat mempercepat tanan. Pengolahan lahan dan panennya menggunakan mekanisasi modern juga. Jadi pasti cepat kita bangun lumbung pangan," kata Andi Nur Alam.

Ia juga membeberkan drone penebar benih memiliki keunggulan yang mampu menebar benih untuk satu hektare lahan hanya butuh waktu 1 jam dengan kapasitas 50 sampai 60 kg per hektare. Namun jika dibandingkan dengan cara manual, memakan waktu cukup lama dan tenaga kerja yang banyak.

"Kalau tebar padi manual itu, per hektarenya butuh waktu 4 jam yang dikerjakan 1 orang. Jadi perbandinganya cukup jauh, bahkan biaya lebih efisien," bebernya.

Baca juga: Gagal Pengiriman 737 MAX, Boeing Juga Tunda Uji Beban Pesawat Baru 777X

Lebih lanjut drone penebar benih ini juga mampu bekerja mandiri sesuai pola atau alur yang sudah dibuat pada perangkat android dan dipandu oleh GPS. Drone ini mampu melakukan resume operation, sehingga operation yang tertunda dapat dilanjutkan kembali sehingga tidak terjadi overlap dalam penanaman dan dilakukan secara otomatis. 

"Ketahanan batere mampu operasi selama 20 menit dengan kapasitas angkut maksimal 6 kilogram benih padi," ungkapnya.

"Dengan demikian, adanya percepatan tanam ini membuat optimal kerja alat mesin pertanian seperti traktor dan escavator. Awalnya hanya bekerja 8 jam per hari menjadi 16 jam per hari. Yang lebih penting lagi semangat petani semakin berkobar bekerja," sambungnya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: