Pantau Flash
Bayi 50 Hari Asal Cirebon Positif Korona Usai Diajak Orangtua ke Hajatan
Update COVID-19 di Indonesia: Jumlah Positif 30.514, Pasien Sembuh 9.907
KSP: Pemerintah Berhati-hati dan Tetap Waspada Memasuki Era New Normal
Meutya Hafid: Kepemimpinan Penerapan New Normal Tetap di Pemerintah Sipil
KPU dan Kemendagri Sedang Siapkan Protokol Kesehatan Tahapan Pilkada 2020

CEO Bukalapak Achmad Zaky Digantikan Rachmat Kaimuddin

CEO Bukalapak Achmad Zaky Digantikan Rachmat Kaimuddin CEO Bukalapak Achmad Zaky mundur. (Foto: ANT)

Pantau.com - Bukalapak mengumumkan akan ada perubahan manajemen di level C mulai Januari 2020. Berdasarkan keputusan mereka per sore hari Senin (9/12/2019) CEO mereka, Achmad Zaky mundur dan menjadi penasihat.

"Perubahan komposisi di level C-Suite meliputi suksesi persen CEO dari Achmad Zaky, salah satu dari tiga pendiri Bukalapak, ke Rachmat Kaimuddin sebagai CEO baru," kata Bukalapak dalam keterangan resminya, Senin (9/12/2019).

Pergantian ini terhitung efektif mulai 6 Januari 2020, Zaky akan menjabat sebagai Penasihat dan Pendiri Bukalapak setelah perubahan ini. Selain itu, Zaky juga akan menjadi mentor startup dan Ketua Yayasan Achmad Zaky yang akan segera didirikan.

Baca juga: Aplikasi Bukalapak Hilang di Google Play Store, Apa yang Terjadi?

Zaky, dalam keterangan yang sama, menyebutkan di tangan Rachmat Kaimuddin, Bukalapak akan semakin berkembang. "Sekarang, kami mengajak Rachmat Kaimuddin bergabung dengan Bukalapak karena kepemimpinannya bisa mengarahkan Bukalapak ke tingkat yang lebih hebat lagi. Saya percaya Rachmat adalah orang yang tepat, bagian dari tim yang tepat, di posisi yang tepat dan datang pada waktu yang tepat," kata Zaky.

Setelah perubahan ini, pimpinan Bukalapak terdiri dari CEO Rachmat Kaimuddin, Presiden dan pendiri Fajrin Rasyid, CTO dan pendiri Nugroho Herucahyono, COO Willix Halim dan Chief Financial Officer Natalia Firmansyah.

Selain mereka, juga pimpinan level C juga diisi oleh Chief Strategy Officer Teddy Oetomo dan Chief of Talent Bagus Harimawan.

Baca juga: Soal Isu PHK Massal di Bukalapak, Menkominfo Anggap Wajar

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta