Pantau Flash
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Siscae Akui Lakukan Adegan Asusila di Sejumlah Wilayah di Yogyakarta
Ribuan Kader NU Berdoa untuk Sukseskan MotoGP Sirkuit Mandalika 2022
Presiden Jokowi Perintahkan Pengerahan Bantuan Kesehatan dan Logistik untuk Korban Erupsi Semeru
BPBD Lumajang Sebut Ribuan Orang Mengungsi dan Ratusan Orang Luka-Luka Akibat Erupsi Semeru
BMKG Keluarkan Peringatan Potensi Terjadi Banjir Rob di Pesisir Sulawesi Selatan Pada 5-7 Desember 2021

Cerita Pasangan Batal Bulan Madu karena Thomas Cook Bangkrut

Cerita Pasangan Batal Bulan Madu karena Thomas Cook Bangkrut Agen perjalanan Thomas Cook (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Thomas Cook (TCG.L), biro perjalanan tertua di dunia, akhirnya ditanyakan koleps pada Senin (23/9/219). Keputusan ini membuat ratusan ribu wisatawan yang berlibur di seluruh dunia kehilangan rekomendasi jasa travel.

Salah satunya adalah pasangan yang berniat berbulan madu ini harus membatalkan perjalanan liburan mereka. Laura Schofield seharusnya terbang ke Lanzarote dari Manchester hari ini untuk berbulan madu bersama suaminya.

"Kami mengetahuinya pada Sabtu pagi ketika ibu saya menelepon saya setelah dia menonton berita dan bertanya dengan siapa kami terbang dan tentu saja kami berkata Thomas Cook," katanya kepada CNN

Baca juga: Perusahaan Perjalanan Inggris Thomas Cook Resmi Menyatakan Bangkrut

"Kami tidak akan pergi ke bandara karena semua informasi yang kami berikan pada dasarnya mengatakan tidak perlu repot karena penerbangan kami tidak akan berangkat," ungkapnya lagi.

Laura Schofield bercerita bahwa ia dan pasangan telah bersama selama delapan tahun namun tak pernah bepergian ke luar negeri bersama. Oleh sebab itu ia sedikit kecewa dengan informasi kebangkrutan Thomas Cook.

"Kami memiliki anak berumur satu tahun dan ingin istirahat santai yang menyenangkan untuk bulan madu kami. Untuk mengetahui pagi hari setelah pernikahan kami sangat mengecewakan," kata Schofield.

Baca juga: Dinilai Tak Berharga, China Justru Berencana Beli Bisnis Thomas Cook

Mereka belum menerima informasi apa pun tentang penerbangan alternatif, tetapi karena memiliki anak balita jelas mempersulit tanggal pemesanan ulang.

"Kami ingin pengembalian dana supaya kami dapat mencoba dan memanfaatkan minggu ini bersama-sama sebelum kami kembali bekerja," katanya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni

Berita Terkait: