Pantau Flash
Presiden Jokowi Tegaskan Pilkada Serentak 2020 Tidak akan Ditunda
PSBB Jakarta Diperketat, BPJS Ketenagakerjaan Optimalkan Lapak Asik
Bareskrim Polri Kirim SPDP Kasus Kebakaran Gedung Kejaksaan ke Kejagung
Kemendikbud Terbitkan Persekjen 14/2020 Soal Juknis Bantuan Kuota Internet
Enam Jenazah WNI Ditemukan di Pantai Johor Malaysia

China Begitu Mendominasi Investasi di Sulawesi Tengah

Headline
China Begitu Mendominasi Investasi di Sulawesi Tengah Ilustrasi pekerja asing asal China. (Foto: Antara/Jessica Hele)

Pantau.com - China menjadi negara yang mendominasi investasi di sejumlah sektor di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulteng.

Pencapaian realisasi investasi triwulan II 2020 negara Tirai Bambu itu di Sulteng mencapai Rp3,96 triliun. Diketahui angka di atas menurun dibanding triwulan II 2019 senilai Rp4,53 triliun.

"Atau 61,48 persen dari total capaian realisasi investasi triwulan II 2020 di Sulteng. Berikutnya Singapura Rp1,53 triliun atau 23,69 persen, Hongkong Rp894,57 miliar," kata Kepala DPMPTSP Sulteng Christina Shandra Tobondo dalam Web- Seminar (Webinar) bertajuk "Menatap Pelemahan Ekonomi Dampak COVID-19 di Sulteng" yang diadakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulteng di Palu, Selasa 11 Agustus 2020.

Baca juga: Bahlil Terus Kejar Investor untuk Realisasikan Investasi di RI

Berikutnya Inggris dengan nilai investasi di Sulteng pada triwulan II 2020 Rp30,76 miliar atau 0,48 persen, India Rp17,51 miliar atau 0,27 persen dan Jepang Rp10,59 miliar atau 0,16 persen.

"Berdasarkan sektor usahanya, capaian realisasi investasi di Sulteng paling banyak pada sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya senilai Rp5,24 triliun atau 59,9 persen," ujarnya.

Kemudian, lanjut Shandra, sektor listrik, gas dan air Rp1,80 triliun atau 20,6 persen. Adapun capaian investasi pada sektor tanaman pangan, perkebunan dan peternakan senilai Rp743,75 miliar atau 8,5 persen.

Baca juga: Ratusan Tenaga Kerja China Mulai Masuk Bintan Kepulauan Riau

"Transportasi, gudang dan telekomunikasi Rp407,71 miliar atau 4,7 persen, perumahan, kawasan industri dan perkantoran Rp217,09 miliar atau 2,5 persen, industri makanan Rp147,96 miliar atau 1,7 persen, pertambangan Rp121,59 miliar atau 1,4 persen dan sektor lainnya Rp72,01 miliar atau 0,8 persen," terangnya.

Ia menyebut Pemerintah Provinsi Sulteng menargetkan realisasi investasi Sulteng pada tahun 2020 senilai Rp24,20 triliun.

Dari target tersebut, hingga periode Januari-Juni capaian realisasi investasi dari hasil penambahan nilai Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) senilai Rp14,88 triliun.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: