Pantau Flash
Blak-blakan Menkes: Pemerintah Tidak Ada Rencana untuk Subsidi Test PCR
Maluku Utara Diguncang Gempa 5,1 Magnitudo, Berpusat di Kedalaman 92 Km
Kabar Gembira! Menkes Buka Peluang Vaksinasi Usia 5-11 Tahun Dimulai Awal 2022
Polri Ringkus Komplotan Judi dan Pornografi Online, Raup Rp4,5 Miliar per Bulan
Kapolda Sumut Copot Kapolsek Kutalimbaru, Buntut Ulah Anak Buahnya Cabuli Istri Tahanan

China Hentikan Sementara Impor Daging Babi Kanada

China Hentikan Sementara Impor Daging Babi Kanada Ilustrasi (Pixabay)

Pantau.com - China telah menangguhkan beberapa impor daging babi dari Kanada, menambah ketegangan antara kedua negara. Langkah ini dilakukan setelah pihak berwenang China menemukan aditif pakan yang dilarang dalam sejumlah produk daging babi yang diekspor dari Kanada ke China.

Investigasi menemukan bahwa 188 sertifikat kesehatan yang melekat pada ekspor daging babi ke China telah dipalsukan. China mendesak Kanada untuk mengambil "langkah-langkah efektif" untuk memastikan keamanan makanan yang dijual ke negara Asia.

Baca juga: Transfer Online, RTGS atau Kriling, Mana Lebih Menguntungkan?

China segera menangguhkan impor produk daging babi dari perusahaan terkait setelah menemukan "residu raktopamin dalam sejumlah barang yang dikirim dari Kanada, kata pernyataan dari kedutaan besar China di Ottawa.

"Untuk melindungi keamanan konsumen China, China telah mengambil langkah-langkah pencegahan yang mendesak dan meminta pemerintah Kanada untuk menangguhkan penerbitan sertifikat daging yang diekspor ke China sejak 25 Juni," kata pernyataan itu dikutip BBC.

"Kami berharap pihak Kanada akan mementingkan insiden ini dan mengambil langkah-langkah efektif untuk memastikan keamanan makanan yang diekspor ke China dengan cara yang lebih bertanggung jawab," tambahnya.

Langkah ini dilakukan ketika ketegangan politik antara Cina dan Kanada telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir setelah penangkapan eksekutif Huawei Meng Wanzhou di Vancouver.

Baca juga: Habiskan Anggaran Rp389,6 Miliar, Ini 4 Proyek KemenPUPR untuk PON XX

Meng adalah kepala keuangan perusahaan Tiongkok dan putri pendirinya. Hubungan diplomatik antara kedua negara memburuk setelah Meng ditangkap pada Desember karena diduga melanggar sanksi AS terhadap Iran. Dia menghadapi ekstradisi ke AS.

Dua warga Kanada diduga telah ditahan di Tiongkok sebagai pembalasan atas penangkapan tersebut.

Sementara itu Meng telah mengajukan tuntutan perdata terhadap pemerintah Kanada, agen perbatasan dan polisi atas "pelanggaran serius" atas hak-hak sipilnya.

Penangguhan impor daging babi juga terjadi ketika China berjuang untuk menahan demam babi Afrika, virus babi yang tak tersembuhkan, yang telah menyebar dengan cepat sejak tahun lalu.


Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni

Berita Terkait: