Pantau Flash
Presiden Jokowi Kaji Prioritas Usulan 245 Proyek Strategis Nasional Baru
Usai PSBB, Terbitlah Pusat Perbelanjaan Kota Malang
Indonesia Kecam Rencana Aneksasi Israel Terhadap Palestina
Welcome New Normal: Penumpang KRL Dilarang Bicara dan Telepon
Pasien Sembuh COVID-19 Kembali Bertambah, Kini Total 6.240

Core Indonesia Sambut Baik Pidato Jokowi Soal SDM Menuju Era Industri 4.0

Core Indonesia Sambut Baik Pidato Jokowi Soal SDM Menuju Era Industri 4.0 Presiden Joko Widodo (Foto: Antara/Agus Salim)

Pantau.com - Direktur Core Indonesia (Center of Reform on Economics) Mohammad Faisal menyambut baik pidato kenegaraan Presiden Jokowi soal Sumber Daya Manusia (SDM) bisa meningkatkan perekonomian Indonesia menyongsong era industri 4.0. 

Menurut Faisal, peningkatan kualitas SDM sangat relevan, dan sudah saatnya untuk kita mewujudkan SDM unggul, dengan melakukan akselerasi dan bersinergi dengan berbagai pihak.

“Pembangunan SDM dimensinya luas, dan kita harus siapkan SDM berdaya saing unggul di dalam dan luar negeri,” ujar Faisal, Kamis (29/8/2019).

Baca juga: Tekonologi Pertanian di Ciamis: Limbah Disulap Jadi Bio Insectisida Guys

Menurutnya, apa yang Presiden Jokowi sampaikan, terutama dalam hal menciptakan dan mewujudkan SDM unggul merupakan kerja yang mesti dilakukan untuk periode kedua atau masa lima tahun ke depan. “Program atau agenda ini tentunya memerlukan fokus approach untuk menjadi kerja efisien dan efektif dengan hasil maksimal,” tambahnya.

“Hal ini merupakan program pembangunan yang sinerginya harus diarahkan pemerintah. Dalam hal SDM, harus dilakukan akselerasi atau percepatan dan vokasi atau pengarahan SDM berdasarkan keahliannya. Misal lulusan SMA dan SMA harus diarahkan dengan training yang membekali keahlian selanjutnya supaya menciptakan tenaga kerja yang memiliki daya saing unggul,” kata Faisal.

Faisal lebih jauh mengatakan, kita memiliki kemampuan untuk mewujudkan SDM unggul dan berinovasi. Dengan melihat potensi tenaga kerja kita yang diserap pada industri padat karya dan padat modal itu bisa dilakukan dengan sistim sinergi pemerintah dengan berbagai dari hulu ke hilir. “Hal ini menjadi daya tarik bagi para investor asing yang akan inves di Indonesia,” ujar Faisal.

Baca juga: Muncul Petisi Tolak Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Pertumbuhan ekonomi Indonesia, menurutnya masih akan berada pada poin 5 persen. Oleh karena itu, pemerintah perlu memiliki agenda dan program multi yang dikerjakan pada periode kepemimpinan lima tahun ke depan yaitu soal SDM Unggul, Inovasi, Industri 4.0, pertumbuhan ekonomi, lalu ada lagi tentang keberlanjutan program infrastruktur yang masih terus berjalan, dan juga tentang masalah pemindahan ibukota dari Jakarta ke Kalimantan.

“Ini pekerjaan rumah Pak Jokowi yang berat. Karena, selain akan banyak biaya yang menjadi beban negara, juga karena Indonesia masih mengalami tempaan eknomi dari faktor eksternal dan internal. Tetapi saya yakin, dengan sinergi yang berkesinambungan dan berkelanjutan dari hulu ke hilir akan menjadi probem solving terbaik,” kata Faisal.

TERKINI

SAHAM & VALAS

FISKAL & MONETER

SEKTOR RII

PROPERTY

FOTO

VIDEO

INDEKS

+

Fiskal & Moneter

SDM Kelautan dan Perikanan Perlu Ditingkatkan untuk Dongkrak Ekonomi RI

Fakhri Rezy , Okezone  Kamis 29 Agustus 2019 21:54 WIB

Panen ikan  Foto: reuters

Panen ikan (Foto: reuters)

A A A


0

TOTAL SHARE

Dirinya juga mengatakan, salah satu kekuatan besar Indonesia adalah potensi laut yang luar biasa. Tetapi hal ini, tidak memiliki arti besar, jika kita tidak memiliki sosok yang konprehensif untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi agar bisa melejit lebih dari 5 persen.


“Sayangnya, dari perikanan terutama ketenagakerjaan nelayan sering kali menjadi tenaga kerja yang tidak dipandang dan tidak memiliki daya saing unggul,” ujar Faisal.


“Padahal kita bisa mewujudkan memiliki nelayan sebagai SDM unggul dan berinovasi yang siap menuju industri 4.0. Caranya ya sinergi yang dilakukan pemerintah dari hulu ke hilir, sehingga bisa memiliki para nelayan sebagai tenaga kerja yang berdaya saing unggul,” papar dia.


Baca juga: GO Panca Buat Lo Nyaman Dengan Cicilan Mulai Rp1 juta [PR]


Menurut Faisal, kelautan dan perikanan daya ungkit untuk mendorong dan meningkatkan pertumbuhan Ekonomi Indonesia. “Karena itulah dibutuhkan sosok atau tokoh yang Komperhensif yaitu memiliki aspek Kapabel, Berjiwa Leadership, Berani, Berpengalaman atau Pakar di bidangnya,Memiliki Program, memiliki Kemampuan Teknis Manajemen dan sebagainya,” ujar Faisal.

Sementara itu Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Teman Jokowi, Samsul B. Ibrahim mengatakan, kondisi sosial ekonomi yang ada di Indonesia memiliki banyak masalah dalam hal pengangguran dan kemiskinan, ketimpangan sosial, disparitas pembangunan antar wilayah, penderita gizi buruk, daya saing dan indek Pembangunan Manusia (IPM) rendah serta kerusakan lingkungan .

“Kita butuh sosok konprehensif yang mengerti detail persoalan ekononomi dan kelautan,” kata Samsul.

Pria asal Aceh ini, mengutip Prof. Rokhmin Dahuri tentang Indonesia yang belum maju dan sejahtera hingga saat ini yang disebabkan pertumbuhan ekonominya masih rendah yaitu masih di bawah tujuh persen pertahun. “Belum lagi, masalah ketenagakerjaan yang kurang berkualitas, kurang inklusif dan unsustainable,” ujar Samsul.

Tim Pantau
Editor
Reza Saputra
Penulis
Reza Saputra

Berita Terkait: