Dahsyat, Kementerian BUMN Sebut ada Kelebihan Permintaan Surat Utang Global BUMN untuk Modal Infrastruktur

ilustrasi (Pantau.com/Fery Heryadi)ilustrasi (Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com   Ahmad Bambang, Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan (KSPP) Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengatakan Komodo Bond, obligasi global berdenominasi rupiah yang diterbitkan PT Wijaya Karya Tbk atau WIKA, kelebihan permintaan atau oversubscribed. 

Penerbitan Komodo Bond, kata Ahmad merupakan salah satu inovasi yang dilakukan WIKA, salah satu BUMN sektor infrastruktur, untuk memperkuat pendanaan korporasinya. “Komodo Bond oversubscribed,” kata Ahmad, Kamis (25/1/2018).

Sementara itu WIKA menyampaikan, oversubscribed Komodo Bonds hingga hampir 250 persen persen, atau Rp13 triliun. “Hal itu menunjukkan kekuatan profil risiko WIKA serta minat para investor global untuk berinvestasi di sektor infrastruktur Indonesia,” kata Direktur Utama WIKA, Bintang Perbowo dalam keterangan resminya. 

Bintang Perbowo menyampaikan Komodo Bonds mendapat peringkat Ba2 dari Moody’s dan BB dari Fitch Ratings. Dua lembaga pemeringkat itu memberikan outlook stabil bagi Komodo Bond. 

Dia menjelaskan profil investor global yang berminat terhadap Komodo Bonds WIKA, sebesar 67 persen berasal dari Asia, 13 persen dari Eropa dan Timur Tengah, 10 persen dari Amerika Serikat, dan 10 persen dari investor dalam negeri Indonesia. “Para investor global berharap bahwa lebih banyak lagi BUMN dapat menerbitkan instrumen investasi ini untuk mendongkrak likuiditas serta minat para investor global terhadap Komodo Bonds,” lanjutnya.

Disampaikan, Komodo Bonds WIKA akan mengalami settlement pada tanggal 31 Januari 2018 ini didaftarkan di Bursa Efek London (LSE-ISM) dan Bursa Efek Singapura (SGX-ST).

Tim Pantau
Editor
Martina Prianti
Penulis
Martina Prianti