Pantau Flash
Peneliti Indonesia Ikut Riset Gabungan Temuan Obat Covid-19 di Bawah WHO
Presiden Jokowi: Pemerintah dengan BI dan OJK Optimalkan Kebijakan Moneter
Kepanikan Akibat Korona Mereda, BI: Modal Asing Mulai Masuk
Seluruh Atlet PBSI Negatif COVID-19 Usai Jalani Rapid Test
Pegadaian Ajak Masyarakat untuk Gunakan Transaksi Digital

Dear Pebisnis Pemula, 5 Negara Ini Cocok Untukmu yang Baru Mulai Usaha Lho

Dear Pebisnis Pemula, 5 Negara Ini Cocok Untukmu yang Baru Mulai Usaha Lho Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Memulai bisnis kerap kali menimbulkan berbagai kekhawatiran bagi sejumlah orang. Khawatir apakah bisnis bisa lancar, atau justru modal tak kembali lantaran hasil usaha habis untuk pajak. 

Namun ada sejumlah negara yang dinilai cocok untuk para pebisnis pemula. Lantaran kondisi keuangan negara tersebut atau juga beban pajak yang tak terlalu berat. 

Gross Domestic Product (GDP) menjadi alat ukur untuk sebuah negara dalam mengembangkan bisnis. Forbes pernah merilis daftar negara terbaik untuk berbisnis. Ada 15 faktor yang dilihat dari negara-negara tersebut.

Di antaranya faktor untuk menjadi negara dengan iklim terbaik untuk berbisnis, seperti hak properti, inovasi, pajak, teknologi, korupsi, kebebasan (pribadi, perdagangan dan moneter), birokrasi dan perlindungan investor. Faktor lainnya termasuk adalah tenaga kerja, infrastruktur, ukuran pasar, kualitas hidup dan risiko. Setiap kategori memiliki bobot yang sama.

Baca juga: Mobil Listrik Siap Mengaspal di Ibu Kota Baru, Kemenhub: Kita Siapkan

Berikut ini 5 negara terbaik untuk melakukan bisnis berdasarkan lansiran dari Forbes.

1. Inggris

Negara kerajaan ini memiliki GDP sebesar USD2,6 triliun dengan peringkat beban pajak di urutan 23, peringkat inovasi di urutan 17, dan sedangkan peringkat tenaga kerja di urutan 3.

Namun dari dasar iklim bisnisnya tetap menarik. Inggris disebut sebagai negara yang paling ramah terhadap investasi modal.

2. Swedia

Iklim bisnis dari ekonomi yang berorientasi ekspor menerima nilai tinggi untuk inovasi, hak properti, risiko dan korupsi yang rendah. Swedia sendiri memiliki GGDP sebesar USD536 miliar dengan peringkat Beban Pajak di urutan 27, Peringkat inovasi di urutan 5, dan sedangkan peringkat tenaga kerja di urutan 22.

Baca juga: Kementerian ESDM Siap Terangi Ibu Kota Baru di Kalimantan Timur

3. Belanda

Negara Belanda sendiri memiliki GDP sebesar USD832 Miliar dengan peringkat Beban pajak di urutan ke 21, peringkat inovasi pada urutan 9, sedangkan peringkat tenaga kerja ada di urutan 14.

4. Singapura

Singapura menjadi negara bagian Asia Tenggara yang disebut. Singapura memiliki GDP sebesar USD324 Miliar. Sementara peringkat Beban pajak ke 8, peringkat inovasi di urutan 13, dan peringkat tenaga kerja di urutan ke 42.

5. Australia

Terakhir Australia yang GDP sebesar USD1,4 Triliun. Kemudian peringkat Beban pajak di urutan ke 26, peringkat inovasi di urutan 18, dan sedangkan peringkat tenaga kerja di urutan ke 9.



Tim Pantau
Editor
Nani Suherni
Penulis
Lilis Varwati

Berita Terkait: