Pantau Flash
PB ISSI Gelar Gowes 2020 KM Jakarta-Papua
Banjir Bandang Sukabumi: 3 Orang Hanyut, 20 Orang Luka-luka
Sah! Pilkada Serentak 2020 Tetap Digelar 9 Desember 2020
Peringatan Banjir Warga Jakarta! Bendungan Katulampa Bogor Siaga I
30 Hotel di DKI Jakarta Siap Digunakan untuk Isolasi Pasien COVID-19 OTG

Defisit Anggaran BPJS Kesehatan, Presiden Jokowi: Sudah Ketemu Jurusnya

Defisit Anggaran BPJS Kesehatan, Presiden Jokowi: Sudah Ketemu Jurusnya Presiden Jokowi. (Foto: Antara)

Pantau.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan, pemerintah telah menemukan jurus jitu untuk mengatasi defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

"Menteri Kesehatan juga sudah menyampaikan di rapat terbatas kemarin, tahun depan sudah ketemu jurusnya," kata Presiden usai melakukan inspeksi mendadak di RSUD Cilegon, Banten, Jumat (6/11/2019).

Presiden mengatakan, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto akan memaparkan upaya tersebut.

Baca juga: Presiden Jokowi Tegaskan Masalah BPJS Terletak pada Institusi Itu Sendiri!

Menurutnya, keterlambatan BPJS Kesehatan membayar klaim jaminan kesehatan ke sejumlah rumah sakit terjadi karena defisit anggaran.

Saat melakukan inspeksi di RSUD Cilegon, Presiden berdiskusi dengan sejumlah pasien yang memanfaatkan fasilitas BPJS Kesehatan.

"Hampir 90 persen lebih menggunakan BPJS. Memang sama seperti rumah sakit lain, 70-80 persen itu PBI (Penerima Bantuan Iuran) yang gratis, yang sisanya 20 persen itu pakai yang mandiri," ujar Presiden.

Presiden meminta pemerintah daerah memperbaiki fasilitas pelayanan untuk pasien di rumah sakit-rumah sakit daerah.

Baca juga: BPJS Kesehatan Membengkak, Menkes Singgung Tindakan Dokter yang Berlebihan

"Masih banyak rumah sakit kita yang fasilitasnya masih belum diperbaiki. Tapi itu tugas pemerintah daerah, tugas pemerintah kota, pemerintah kabupaten ataupun pemerintah provinsi," kata Jokowi.

Presiden sebelumnya juga melakukan inspeksi mendadak untuk mengecek pelayanan jaminan kesehatan BPJS Kesehatan di Kota Lampung dan Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Ia mengatakan bahwa BPJS Kesehatan harus memperbaiki tata kelola untuk mengurangi defisit anggaran. 

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Lilis Varwati

Berita Terkait: