Pantau Flash
Bayi 50 Hari Asal Cirebon Positif Korona Usai Diajak Orangtua ke Hajatan
Update COVID-19 di Indonesia: Jumlah Positif 30.514, Pasien Sembuh 9.907
KSP: Pemerintah Berhati-hati dan Tetap Waspada Memasuki Era New Normal
Meutya Hafid: Kepemimpinan Penerapan New Normal Tetap di Pemerintah Sipil
KPU dan Kemendagri Sedang Siapkan Protokol Kesehatan Tahapan Pilkada 2020

Di Hadapan Anggota Dewan Terpilih, Jokowi Keluhkan Kondisi Ekonomi Global

Headline
Di Hadapan Anggota Dewan Terpilih, Jokowi Keluhkan Kondisi Ekonomi Global Presiden RI Joko Widodo (Foto: Antara)

Pantau.com - Presiden RI Joko Widodo hadiri acara Orientasi dan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan bagi Anggota DPR RI dan DPD RI Terpilih Periode 2019-2024 di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (26/8/2019). Dalam acara ini Jokowi mengeluhkan kondisi ekonomi global yang tak tentu arah.

"Saya ingin ingatkan tantangan kita semakin berat hadapai revolusi industri, era disrupsi, hadapi tantangan global, ekonomi global setiap jam, hari minggu beruhah tanpa arah kepastian jelas," kata Jokowi di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (26/8/2019).

Baca Juga: Mercedes-Benz S 600 Guard Bakal Jadi Mobil Baru Jokowi, Harganya Selangit!

Menurutnya, jika kondisi tersebut terus terjadi maka negara dituntut untuk lebih bekerja secara cepat dan responsif terhadap perubahan tersebut.

"Sekarang bicara brexit besok sudah perang dagang, pesok bicara peso pengaruhi mata uang seluruh dunia. Hal ini sebabkan kita kerja putuskan lebih cepat dan responsif ke perubahan yang ada," ungkapnya.

Jokowi melanjutkan bahwa saat ini negara-negara sudah mulai berlomba-lomba misalnya dalam hal investasi hingga teknologi pasar. Menurutnya yang akan menang adalah negara yang berinovasi dan berkerja cepat.

Baca Juga: Sederet Fakta Perang Dagang AS-China yang Gerus Investasi di Indonesia

"Kita butuh strategi, cara baru bernegara. Harus lebih cepat, sehingga dalam hal ini saya ajak dalam buat regulasi, nantinya kecepatan sangat kita perlukan. Karena tanpa kecepatan buat regulasi ya kita akan ditinggalkan revolusi dustri jilid 4 teknologi baru," tandasnya.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: