Pantau Flash
Peneliti Indonesia Ikut Riset Gabungan Temuan Obat Covid-19 di Bawah WHO
Presiden Jokowi: Pemerintah dengan BI dan OJK Optimalkan Kebijakan Moneter
Kepanikan Akibat Korona Mereda, BI: Modal Asing Mulai Masuk
Seluruh Atlet PBSI Negatif COVID-19 Usai Jalani Rapid Test
Pegadaian Ajak Masyarakat untuk Gunakan Transaksi Digital

Digaji Rp700 Juta hingga Rp1,6 Miliar, Ini 5 Pekerjaan di Gedung Putih

Digaji Rp700 Juta hingga Rp1,6 Miliar, Ini 5 Pekerjaan di Gedung Putih Mantan Body Man Presiden Trump, Jordan Karem (Foto: Getty Image/Saul Loeb)

Pantau.com - Jika kalian sering heran dengan para asisten yang kerja dengan para selebiti tanah air atau intenasional, pekerjaan yang aneh juga ada lho di jajaran pemerintahan. Bahkan, hal itu menjangkit Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. 

Dilansir Business Insider, Pantau.com akan memberikan bocoran 5 pekerja yang ada di Gedung Putih;

1. Asisten khusus presiden


Mantan Body Man Presiden Trump, Jordan Karem (Foto: Getty Image/Saul Loeb)

Hal ini sepertinya tak hanya terjadi pada Donald Trump. Beberapa kepala negara punya asisten khusus untuk mengurus semua kegiatan hingga jadwal sang presiden.

Namun dalam kasus Trump, asisten yang kerap disapa 'Body Man' ini  satu orang pertama yang menyambut presiden di pagi hari. Gajinya berapa hayo? 

'Body Man' pertama Presiden Trump adalah John McEntee, menghasilkan USD115.000 (kurang lebih Rp1,6 miliar) pada tahun 2017.

Baca juga: Pertamina Tepis Berita Kenaikan Harga BBM: Itu Hoax!

2. Para stenografer 


Mantan stenographer Beck Dorey-Stein (Foto: Getty Image/Saul Loeb)

Tugas mereka adalah bertanggung jawab untuk mengikuti presiden dan mengambil catatan tertulis dari semua yang presiden katakan. Stenografer Gedung Putih bertanggung jawab untuk merekam semua yang dikatakan presiden, terutama ketika berbicara kepada pers atau publik. 

Mantan stenografer Presiden Barack Obama, Beck Dorey-Stein, mengatakan kepada NPR bahwa dia harus 'menguntit' presiden untuk memastikan bahwa dia tidak melewatkan satu kata pun. Rekaman tersebut diserahkan ke arsip presiden untuk memastikan tidak ada "miskomunikasi atau kebingungan."

Dalam pemerintahan Trump, direktur stenografi menghasilkan USD95.500 (Rp1,3 miliar) per tahun.

3. Gedung Putih mempekerjakan beberapa kaligrafi


Kaligrafi dari Gedung Putih (Foto:Getty Image/Washington Post)

Gedung Putih memiliki kantor kaligrafi, yang dimulai pada tahun 1860-an, yang menampung seluruh staf orang yang berdedikasi untuk undangan tulisan tangan, menu, sertifikat, dokumen, dan surat untuk presiden. Kaligrafi juga mengkhususkan diri dalam mempersonalisasikan font dan simbol untuk budaya dan tamu tertentu.

Dalam pemerintahan Trump, kepala kaligrafer menghasilkan USD99.400 (Rp1,4 miliar) per tahun.

Baca juga: Kata Sri Mulyani Ekonomi RI Tak Seperti Dibayangkan Tumbuh 7 Persen

4. Tim korespondensi presiden 


Surat untuk presiden (Foto: Getty Image/Boston Globe)

Gedung Putih menerima ribuan surat dan email setiap hari dari anggota masyarakat umum. Mantan direktur penulis Presiden Barack Obama untuk korespondensi presiden, Fiona Reeves, mengatakan dia harus membaca 200 hingga 400 surat setiap hari. Dia juga diharuskan memilih 10 surat yang akan dimasukkan dalam buku pengarahan presiden pada akhir hari. Untuk surat-surat lainnya, dia harus menjawabnya dengan suara Presiden Obama.

Dalam pemerintahan Trump, direktur penulis untuk korespondensi presiden menghasilkan USD72.700 (Rp1 miliar lebih) per tahun.

5. Koki pastry eksekutif membuat roti jahe 


Seorang mantan koki pastry eksekutif Gedung Putih (Foto: Getty Image/Saul Loeb)

Koki eksekutif pastry saat ini adalah Susan Morrison, dan dia mengatakan kepada Majalah Oprah bahwa dia menghabiskan sebagian besar waktunya untuk membuat makanan penutup, yang dapat mencakup kue pai atau kue miniatur.

Morrison mengatakan bahwa dia juga menghabiskan sepanjang tahun untuk memikirkan dan merencanakan rumah roti jahe Gedung Putih yang terkenal. Pada bulan November, roti jahe menjadi tanggung jawab utamanya, yang akan disajikan di Ruang Makan Negara untuk 60.000 tamu.

Meskipun gaji Morrison belum dirilis ke publik, kepala koki biasanya menghasilkan USD52.160 (Rp740 juta) per tahun.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni