Pantau Flash
KPK Gagal Temukan Nurhadi saat Geledah Kantornya di Jaksel
Ojek Online Demo Tolak Revisi UU 22 Tahun 2009
Ratusan Driver Ojol Geruduk Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto-Slipi Ditutup
Bank Indonesia: Uang Beredar di Januari 2020 Meningkat 7,1 Persen
Ada 200 Agen Umrah yang 'Menjerit' Akibat Kebijakan Arab Saudi

Dirut Jiwasraya Bungkam saat Tiba di Gedung Kementerian BUMN

Headline
Dirut Jiwasraya Bungkam saat Tiba di Gedung Kementerian BUMN Gedung Kementerian BUMN. (Foto: Antara/Aji Cakti)

Pantau.com - Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hexana Tri Sasongko merapat ke Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Jakarta, Selasa (14/1/2020).

Pantauan di lapangan, Dirut Jiwasraya tersebut tiba di Kementerian BUMN dan langsung memasuki Gedung Kementerian tanpa memberikan keterangan apapun kepada awak media.

Upaya penyelamatan Jiwasraya menjadi salah satu dari tiga program prioritas Menteri BUMN Erick Thohir.

Baca juga: Korupsi Asabri, Kementerian BUMN Carikan Solusi

Erick  mengungkapkan rencana pembentukan holding untuk PT Asuransi Jiwasraya berpotensi menghasilkan dana segar atau cash flow sekitar Rp1,5 triliun sampai dengan Rp2 triliun bagi nasabah.

Selain itu dia menegaskan bahwa pihaknya akan menghentikan oknum-oknum yang merampok dana para nasabah Jiwasraya.

Kementerian BUMN telah memaparkan langkah-langkah untuk menyelamatkan Jiwasraya dalam rangka  mengungkapkan duduk perkara sesungguhnya dalam kasus di perusahaan asuransi pelat merah tersebut sekaligus menuntaskan pembayaran kepada nasabahnya.

Langkah pertama, kata Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga, Kementerian BUMN sudah mendorong kasus Jiwasraya ke kejaksaan.

Baca juga: Pembentukan Pansus Jiwasraya Sulitkan Restrukurisasi

Langkah kedua adalah menyelesaikan masalah supaya Jiwasraya dapat membayar kepada nasabahnya. Pertama, dengan terbentuknya Jiwasraya Putra yang terdiri atas berbagai pemilik sahamnya, yakni BUMN-BUMN, sehingga hal ini bisa menghasilkan dana sekitar Rp9,5 triliun yang bisa untuk menopang pembayaran-pembayaran Jiwasraya.

Langkah penyelesaian berikutnya adalah melakukan holdingisasi asuransi yang diharapkan bisa membantu mendapatkan dukungan anggaran yang besar sehingga bisa dipakai untuk melakukan pembayaran kepada nasabah Jiwasraya.

Langkah selanjutnya adalah melakukan restrukturisasi utang-utang besar serta akan ada skema yang dibangun oleh Kementerian Keuangan dan Kementerian BUMN. Dalam hal ini skemanya masih dicari agar nasabah-nasabah Jiwasraya dari pensiunan bisa dibayarkan terlebih dahulu.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Ekonomi

Berita Terkait: