Duh! Ikuti Bursa Asia, IHSG Ikutan Jeblok

Gedung BEI. (Pantau.com/Fery Heryadi)Gedung BEI. (Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pembukaan perdagangan Jumat (9/2/2018), dibuka melemah 53,34 poin, atau 0,82 persen menjadi 6.491,28. Di sisi lain kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 13,37 poin (1,21 persen) menjadi 1.089,70.

Pelemahan perdagangan terjadi di sejumlah lantai bursa regional, di antaranya indeks bursa Nikkei (Jepang) turun 708,31 poin (3,24 persen) ke 21.182,55. Sementara indeks Hang Seng (Hong Kong) melemah 1.118,37 poin (3,67 persen) ke 29.332,90. Pelemahan juga terjadi di Straits Times (Singapura), 63,48 poin (1,86 persen) ke posisi 3.352,42.

“Koreksi bursa saham eksternal memberi imbas negatif pada IHSG. Pelaku pasar saham cenderung keluar untuk menjaga aset dari penurunan,” kata Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities, Nico Omer Jonckheere.

Meski demikian, Ia melanjutkan, koreksi bagi IHSG BEI bersifat sementara mengingat sentimen dari dalam negeri relatif cukup kondusif. Perkiraan atau ekspektasi positif mengenai laporan keuangan emiten yang sedianya akan dirilis dalam waktu dekat, dapat menjadi memicu pelaku pasar saham untuk melakukan akumulasi beli.

Ia mengatakan sentimen dari dalam negeri yang terbilang positif akan menopang IHSG ke depannya. Salah satunya, naiknya peringkat utang Indonesia.  “Japan Rating Credit Agency (JCR) yang meningkatkan peringkat utang jangka panjang Indonesia, juga akan direspon positif dalam waktu dekat oleh pelaku pasar,” katanya.

Menurutnya, kenaikan peringkat itu didasarkan pada pengaruh reformasi struktural pada pemerintahan Indonesia yang terlihat pada iklim investasi, pembangunan infrastruktur dan penurunan tingkat utang luar negeri.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Penulis
Martina Prianti