Duh! Rokok Sumbang Kemiskinan di Perkotaan-Perdesaan, Kok Bisa?

Headline
Ilustrasi (Foto: setkab.go.id)Ilustrasi (Foto: setkab.go.id)

Pantau.com – Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut rokok memberikan sumbangan yang cukup besar pada tingkat garis kemiskinan. Tidak hanya di perkotaan, tapi juga di perdesaan. 


“Rokok menempati posisi kedua dalam pembelanjaan masyarakat miskin di Indonesia, di bawah beras. Lebih tinggi dari pada kebutuhan pokok lainnya,” kata Direktur Statistik Ketahanan Sosial BPS, Harmawanti Marhaeni, dalam jumpa pers Komite Nasional Pengendalian Tembakau di Jakarta, Selasa (30/1/2018).


Wanti mengatakan, apa yang disampaikannya berdasarkan survei tentang komoditas soal pengaruh besar terhadap garis kemiskinan yang dilakukan BPS pada Maret 2017 dan September 2017. BPS membagi komoditas yang dikonsumsi masyarakat miskin di perkotaan, menjadi dua jenis yaitu komoditas makanan dan bukan makanan.



Ilustrasi pola konsumsi makanan. (Pantau.com/Fery Heryadi)


“Persentase konsumsi rokok terhadap total pengeluaran relatif sama antara penduduk miskin maupun tidak miskin. Meskipun untuk kelompok miskin sedikit lebih tinggi persentasenya,” kata Wanti.


Wanti mengatakan, kemiskinan di Indonesia memang terus menurun tetapi relatif lambat. Indeks kedalaman kemiskinan relatif tetap menunjukkan bahwa rata-rata jarak antara orang miskin dengan garis kemiskinan masih tetap. “Idealnya, jarak ini harus semakin dekat,” imbuhnya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Martina Prianti