Pantau Flash
Hari Ini Rekayasa Perjalanan KRL Jakarta Kota Masih Diberlakukan
Williams Racing Bertekad Bangkit di Musim 2020
Ashraf Sinclair, Suami BCL Meninggal Dunia
Arcandra: Mobil Listrik Dapat Tekan Impor Minyak Mentah
Menteri PPPA: Jerat Pelaku Eksploitasi Anak dengan UU Perdagangan Orang

Efek Aksi Demo, Pemesanan Tiket Pesawat ke Hong Kong Turun 20 Persen

Efek Aksi Demo, Pemesanan Tiket Pesawat ke Hong Kong Turun 20 Persen Wisatawan bertandang ke Hong Kong (Foto: Reuters/Bobby Yip)

Pantau.com - Sektor pariwisata biasanya menjadi cadangan bagi Hong Kong ketika pasar berkinerja buruk. Tetapi kali ini mereka juga ikut terpukul, karena wisatawan memilih untuk menjauh.

Unjuk rasa di Hong Kong belum menunjukkan tanda berakhir. Jutaan warga masih melakukan demo di akhir pekan kemarin. Unjuk rasa di Hong Kong belum menunjukkan tanda berakhir. 

Menurut perusahaan analisis, ForwardKeys, dalam delapan minggu hingga 9 Agustus, pemesanan penerbangan ke Hong Kong dari pasar Asia turun lebih dari 20 persen pada tahun sebelumnya.

Baca juga: Demonstran di Hong Kong Serukan Kuras Uang ATM, Ekonomi China Bisa Goyang

Pemesanan jarak jauh dari pertengahan Juni hingga pertengahan Agustus turun hampir 5 persen pada periode yang sama tahun lalu.

"Beraksi di bandara tersibuk keenam di dunia pasti memiliki dampak dan gambar-gambar itu menjadi viral," kata pendiri grup hotel Ovolo, Girish Jhunjhnuwala.

Ovolo menjalankan jaringan hotel butik di Hong Kong dan telah memperluas bisnisnya ke beberapa negara bagian di Australia.

Baca juga: Fix! Donald Trump Tegaskan AS Tak Akan Berbisnis Dengan Huawei

"Dampaknya sekarang telah mencapai puncaknya. Ketika pertama kali dimulai, dampaknya tidak terlalu banyak, tapi saya pikir peristiwa baru-baru ini pasti berdampak terhadap pariwisata Hong Kong," katanya.

Jaringan hotel ini menyadari adanya peningkatan pembatalan, terutama dalam pemesanan grup.

"Biasanya pada periode seperti ini, hunian kami di tingkat 80 hingga 90 persen dan di hotel ini kami mungkin mengalami penurunan sekitar 60 hingga 65 persen," kata Jhunjhnuwala.

Tim Pantau
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: