Pantau Flash
Sri Mulyani Usul Minuman Manis dalam Kemasan Jadi Objek Cukai
Wabah Virus Korona Dongkrak Harga Emas ke Level Tertinggi
Ketua DPRD Sebut Surat Anies Baswedan Soal Formula E Ilegal
Freeport Keluarkan Kocek 600 Juta Dolar AS untuk Bangun Smelter
Victoria Keluarkan Peringatan Berhati-hati Terhadap WNI Terkait Korona

Ekonomi Digital Diyakini Bakal Sumbang 155 Dolar AS pada Tahun 2025

Headline
Ekonomi Digital Diyakini Bakal Sumbang 155 Dolar AS pada Tahun 2025 Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Pasar industri pengelolaan big data di Indonesia dalam tahun-tahun mendatang diperkirakan semakin berkembang seiring makin meningkatnya kebutuhan big data di dunia.

Presiden Direktur Acer Indonesia, Herbet Ang, pada peluncuran teknologi Altos dari Acer, di Jakarta, Rabu mengatakan, berdasarkan laporan terbaru IDC tahun 2019 proyeksi pendapatan yang akan diperoleh perusahaan di seluruh dunia dari big data dan analitiknya akan mencapai USD200 miliar, sedangkan pada 2022 meningkat menjadi USD260 miliar.

"Melihat potensi tersebut, ekonomi digital Indonesia diproyeksi menyumbang USD155 miliar atau 9,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2025," katanya.

Baca juga: OJK Akui Perlindungan Data Konsumen Jadi PR di Ekonomi Digital

Industri yang melakukan investasi terbesar di sektor big data ini, tambahnya, umumnya adalah sektor finansial, manufaktur, pendidikan, retail e-Commerce, dan pemerintahan.

Menurut dia, gabungan industri tersebut akan menyumbang hampir 81 miliar dolar AS dari pendapatan analitik data di seluruh dunia tahun ini. Mereka juga akan menjadi industri dengan peluang analitik data terbesar pada 2022 ketika total investasi mereka akan menjadi 129 miliar dolar AS.

Untuk itu, lanjutnya, ketersediaan solusi teknologi menjadi pilihan terbaik bagi perusahaan guna mengambil pasar dan keuntungan dari pengelolaan big data tersebut. Melihat peluang yang besar tersebut, Acer Indonesia meluncurkan teknologi baru yakni Altos yang mampu membantu perusahaan melakukan modernisasi untuk memperkuat performa, efisiensi dan kemampuan dalam mengelola cloud dan data perusahaan di datacenter yang modern.

Baca juga: Daripada Pajak Ekonomi Digital, YLKI Minta Pemerintah Fokus Data Konsumen

Adapun rangkaian solusi lengkap yang diperkenalkan meliputi teknologi Altos untuk ketersediaan untuk server, storage, datacenter modern, High Performance Computing, Virtual Desktop Infrastruktur (VDI) dan Artificial Intelligent (Al) platform serta solusi Internet of Things (loT). “Ketersediaan solusi teknologi Altos menjadi pilihan terbaik bagi perusahaan untuk mengambil pasar dan keuntungan dari pengelolaan big data tersebut,” tegasnya.

Herbert mengatakan, Indonesia, menjadi negara ke tiga di Asia Tenggara, sesudah Malaysia dan Filipina, yang memperkenalkan solusi teknologi Altos pada potensial pelanggan enterprise di sektor retail, finansial dan pendidikan, perusahaan skala menengah (small medium business/SMB), dan pemerintahan.

Ketersediaan solusi teknologi Altos diharapkan dapat menjadi akselerator divisi Tl perusahaan dalam meningkatkan performa dan efisiensi bisnis perusahaan.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Ekonomi

Berita Terkait: