Pantau Flash
Kemenkes: Vaksinasi COVID-19 Bisa Lindungi dari Keparahan Penyakit hingga 95 Persen
Mohon Pengertiannya... COVID-19 di RI Menggila! Kasus Harian Positif Meroket 20.574 Orang Sehari
Mohon Maaf dan Waspada, BOR Ruang Isolasi di RS se-Kota Tangerang Capai 92,44 Persen
Varian Delta Belum Selesai, Kini India Umumkan Varian Baru 'Delta Plus' yang Lebih Ganas
Saksi Ahli Forensik Jadi Salah Satu Alasan Habib Rizieq Tak Terima Divonis 4 Tahun Bui dan Ajukan Banding

Faktor Ini Bikin Jakarta Harus Lepas Predikat Jadi Ibu Kota Selama 58 Tahun

Headline
Faktor Ini Bikin Jakarta Harus Lepas Predikat Jadi Ibu Kota Selama 58 Tahun Ilustrasi Jakarta (Pantau.com/Amin H. Al Bakki)

Pantau.com - Buat kalian warga Jakarta dan sekitarnya yang masih belum rela Ibu Kota negara Indonesia akan pindah ke Kalimantan Timur harus legowo alias ikhlas. 

Kalau sobat Pantau perhatikan, DKI Jakarta yang sudah menyandang status ibu kota selama 58 tahun ini sudah tak layak menjadi ibu dari satusan pulau Indonesia. 

Data dari Bank Dunia tahun 2017 menyebutkan warga Jakarta tercatat memiliki waktu commuting time sebesar 2 jam-3 jam sekali jalan atau 4-5 jam pulang pergi. Kondisi ini menempatkan Jakarta di peringkat ketujuh dari 403 kota yang disurvei di 56 negara. Kerugian ekonomi akibat kemacetan meningkat dari Rp56 Triliun per 2013 menjadi Rp65 Triliun per tahun. Belum lagi kalau terjadi banjir dan demo besar yang jelas meghambat beberapa akses bisnis di kota yang sekarang kondisi udaranya sedang disorot ini.

Baca juga: Limbah Sawit Jadi Pendapatan Tambahan Masyarakat Indonesia

Catat lain juga menyebutkan Jakarta memasuki peringkat ke-9 kota terpadat di dunia. Wajib sobat Pantau ingat juga bahwa Jakarta dekat gunung anak Kratau yang sewaktu-waktu bisa saja meletus. 

Diguncan gempa kurang dari satu menit saja, para pekerja di gedung-gedung sudah sempoyongan. Apalagi jika membayangkan potensi gempa Tsunami Megathrust di Selatan Jawa Barat dan Selat Sunda, gempa darat Sesar Baribis, Sesar Lembang, dan Sesar Cimandiri.

Baca juga: Ibu Kota Pindah, Apindo: Kalimantan Semakin Maju

Kenapa Ibu Kota Indonesia tak di pulau Jawa?

Kalau sobat buka data dari BPS, kalian akan menemukan soal jumlah penduduk di pulau Jawa ada 57 persen dari total penduduk Indonesia. Kalau ibu kota pindahnya hanya di pulau Jawa juga tak ada yang berubah dong. 

Kemudian, perekonomian pulau Jawa juga terbilang baik yakni 58,49 persen PDB Nasional, kemudian share PDRB Jabodetabek  terhadap PDB Nasional 20,85 persen.

Beralih ke masalah lingkungan, kualitas air sungai di Jakarta sebesar 96 persen masuk dalam kategori tercemar berat. Jakarta juga menyandang predikat kota dengan kualitas udara terburuk berdasarkan data air visual 2019.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni

Berita Terkait: