Pantau Flash
Kapolsek Parigi Perkosa Anak Tersangka, Kapolda Sulteng Minta Maaf
31 Gempa Susulan Guncang Semarang hingga Minggu Siang
Buka Festival Sriwijaya XXIX, Sandiaga Uno Harapkan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumsel Segera Bangkit
Panglima TNI Bilang TNI dan Polri Adalah Ujung Tombak Penanggulangan COVID-19
YLKI Sebut Aturan Wajib PCR Penumpang Pesawat Diskriminatif, Minta Jangan Ada Aura Bisnis dan Pihak yang Diuntungkan

G7 Adakan KTT di Tengah Kepanikan akan Perekonomian Global

G7 Adakan KTT di Tengah Kepanikan akan Perekonomian Global Presiden Prancis, Emmanuel Macron (Foto: AP)

Pantau.com - Tuan rumah G7, Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menjadikan "Memerangi Ketimpangan" sebagai tema untuk pertemuan tahunan tujuh negara industri, yang dibuka hari Sabtu di resor tepi laut Perancis, Biarritz, dengan para pemimpin negara lainnya, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Italia, Jepang dan Kanada yang hadir.

Emmanuel Macron telah mengundang para pemimpin dari beberapa negara lain, termasuk enam negara Afrika, untuk mengambil bagian dalam diskusi tahunan tentang berbagai tantangan utama secara global. Tetapi, para analis mengatakan ambisi besar untuk KTT itu kemungkinan akan terhalang oleh kekhawatiran akan perekonomian yang lebih mendesak.

Baca juga: 5 Fakta Mengejutkan Bioskop XXI TIM Tutup Permanen

Yang paling mengkhawatirkan adalah indikator terbaru dari kedua sisi Atlantik tentang perlambatan pertumbuhan ekonomi dan kemungkinan terjadinya resesi global.

Awal bulan ini, imbal hasil obligasi pemerintah baik di Amerika Serikat maupun di Jerman secara singkat lebih tinggi untuk obligasi dua-tahun daripada untuk obligasi sepuluh-tahun, suatu isyarat bahwa investor melihat risiko signifikan ke depan, kata ekonom Jasper Lawler dari London Capital Group.

Baca juga: Catatan Kekayaan Menurun, Miliarder Hong Kong Ajak Warga Akhiri Unjuk Rasa

Kekhawatiran akan perekonomian itu berakar pada perang dagang antara Amerika Serikat dan China, yang telah mengakibatkan kedua negara memberlakukan tarif impor senilai ratusan miliar dolar. Eropa menderita hambatan tambahan, kata ekonom Lawler.

Tuan rumah KTT, Perancis, bertekad untuk tidak membiarkan ekonomi membayangi agendanya sendiri dan yang teratas dalam daftar adalah perubahan iklim, kata John Kirton dari G7 Research Group di University of Toronto. 

Tim Pantau
Penulis
Nani Suherni

Berita Terkait: