Pantau Flash
WADA Menyetujui Reformasi untuk Meningkatkan Representasi Atlet
Seorang Anggota Pemuda Pancasila Jadi Tersangka Pemukulan Perwira Polisi, Kemungkinan Bakal Ada Tersangka Tambahan
Kemenkes Perkirakan OTG dan Terkonfirmasi COVID-19 Capai 16 Juta Orang
Dinilai Berjasa Percepatan Vaksinasi Covid-19 dan Penurunan Tarif PCR, Menkes Budi Raih Penghargaan 'People Of The Year 2021'
Kominfo Imbau Waspada Hoaks COVID-19

Gaet China Exim Bank, Bukit Asam Penuhi Pembiayaan Proyek Tambang Sumsel 8

Headline
Gaet China Exim Bank, Bukit Asam Penuhi Pembiayaan Proyek Tambang Sumsel 8 Gedung perkantoran PT Bukit Asam (Tbk) (Foto: Instagram/Bukit Asam)

Pantau.com - Perusahaan plat merah PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memastikan sudah melakukan pemenuhan pembiayaan untuk untuk proyek PLTU mulut tambang Sumsel 8 dengan China Exim Bank.

Dilansir IMQ, Sekretaris Perusahaan Suherman menegaskan sudah final close. "Untuk proyek Sumsel 8 saat ini sudah financial closed dengan China Exim Bank," ujarnya.

Untuk merealisasikan proyek tersebut, PTBA bekerja sama dengan China Hudian Hongkong Company Ltd mendirikan perusahaan patungan bernama PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP).

Baca juga: Jarang Terekspos, Ini Lho BUMN Indonesia yang Bergerak di Bidang Batu Bara

PLTU ini berkapasitas 2x260 MW yang dibangun oleh HBAP. Konstruksi proyek sudah dimulai sejak 2018. Adapun, kebutuhan dana proyek tersebut diperkirakan mencapai USD1,68 miliar.

Direncanakan, China Exim Bank akan menggelontorkan fasilitas pinjaman sebesar USD1,26 miliar atau 75 persen dari kebutuhan pendanaan proyek. Sementara, 25 persen atau USD420 juta dipenuhi dari PTBA dan China Huadian melalui setoran modal.

PLTU mulut tambang Sumsel 8 merupakan bagian dari megaproyek 35 ribu megawatt, yang diharapkan beroperasi komersial pada 2022.

Baca juga: Catatan Kiara untuk Ibu Kota Baru Kaltim: Jangan Hanya bagi Industri Besar

Menyoal proyek pembangkit listrik di Halmahera Timur, Maluku Utara, dengan PT Aneka Tambang Tbk, ia mengatakan, saat ini sedang dalam proses negosiasi dan diharapkan konstruksi dapat dilakukan pada tahun depan.

"Pendanaan masih dilakukan penjajakan serta sudah melakukan pendekatan dengan beberapa bank," terangnya.

Sebelumnya, BUMN ini menyatakan sedang memproses pembangunan dua proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di kawasan Muara Enim dan Halmahera Timur. Nilai investasi dua proyek tersebut mencapai USD2,03 miliar.

PLTU ini dibangun oleh PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP), yaitu perusahaan konsorsium Bukit Asam dengan China Huadian Hongkong Company Ltd. Proyek ini menelan investasi sebesar USD1,68 miliar yang didanai oleh Exim Bank of China.

Yang menjadi diingat adalah konstruksi PLTU ini telah dimulai sejak Juni 2018 yang memerlukan waktu 42 bulan untuk Unit I dan 45 bulan untuk Unit II. Dengan perhitungan Commercial operation date (COD) ditargetkan pada 2021 untuk unit I dan untuk unit II pada 2022.

Selain itu, Bukit Asam bekerjasama dengan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) untuk membangun PLTU Feni di Halmahera Timur. Proyek pembangkit listrik ini memiliki kapasitas PLTU 360 MW dan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel ( PLTD ) 317 MW.

Sejauh ini, pembangkit listrik tersebut sudah selesai menjalani feasibility study . Selanjutnya akan dibentuk joint venture company antara Bukit Asam dengan Antam untuk membangun pembangkit listrik tersebut.

"Proyek PLTU ini menelan investasi USD350 juta yang pendanaannya bisa dari perbankan," pungkas Suherman.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni

Berita Terkait: