Pantau Flash
Pemkab Bogor Diminta Turun Tangan Atasi Kepadatan Jalur Puncak Saat PSBB
The New Normal, Penumpang Wajib Datang 4 Jam Sebelum Penerbangan
Kasus Positif di Indonesia Capai 26.940, Pasien Sembuh Tercatat 7.637
Resmi! MotoGP Jepang Batal Digelar Akibat COVID-19
23 Mall di Bandung Ajukan Kesiapan Penerapan 'New Normal' di Tengah Pandemi

Gaji Tinggi Belum Tentu Mapan Lho Kalau Tak Penuhi Syarat Berikut (Bagian I)

Gaji Tinggi Belum Tentu Mapan Lho Kalau Tak Penuhi Syarat Berikut (Bagian I) Ilustrasi (Pixabay)

Pantau.com - Sobat Pantau, rupanya gaji besar belum tentu disebut mapan lho. Sebutan itu rupanya memiliki kriteria, sehingga kalian jangan marah ya kalau masih disebut millennials yang masih serba kurang dari segi ekonomi.

Nah agar bisa menjadi mapan, kamu setidaknya memenuhi kriteria berikut;

1. Mencatat pengeluaran


Ilustrasi (Pixabay)

Tak pernah mencatat pengeluaran merupakan salah satu kesalahan dalam pengelolaan uang yang membuat anda sukar mapan. Mungkin uang anda habis sedikit demi sedikit untuk berbagai pengeluaran kecil yang terjadi berkali-kali yang tidak disadari karena tidak dicatat.

Baca juga: Nah Lho, Ternyata Pembayaran Alipay dan WeChat Belum Legal Lho

Solusinya adalah dengan membiasakan diri mencatat pengeluaran. Mulai dari rokok, kopi, sarapan, catat semuanya. Dengan ini, Anda bisa tahu pengeluaran apa yang harus diminimalisir, dan bagaimana cara meminimalisirnya.

2. Memiliki Tabungan


Ilustrasi (Pixabay)

Rata-rata, penduduk Indonesia hanya menabung 8 persen dari pengeluaran total mereka. Padahal kalau ingin hidup mapan, Anda harus punya tabungan yang cukup.

Tabungan juga penting supaya  tidak kocar-kacir dan terpaksa ngutang saat jatuh sakit atau ada kebutuhan mendadak. Apabila sudah punya tabungan biasa, ini saatnya kamu punya tabungan emas.

3. Tidak Terikat Utang


Ilustrasi (Pixabay)

Beberapa jenis utang seperti KPR atau kredit modal usaha memang sangat susah dihindari. Meski demikian, sobat Pantau harus menghindari terlilit utang karena kartu kredit.

Kartu kredit ibarat medan perang antara nasabah dan bank. Kalau nasabah menang, dia bakal dapat banyak diskon dan fasilitas tanpa harus tekor. Tapi kalau nasabah kalah, bisa-bisa dia kehilangan rumah.

Tim Pantau
Penulis
Nani Suherni

Berita Terkait: