Pantau Flash
31 Gempa Susulan Guncang Semarang hingga Minggu Siang
Buka Festival Sriwijaya XXIX, Sandiaga Uno Harapkan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumsel Segera Bangkit
Panglima TNI Bilang TNI dan Polri Adalah Ujung Tombak Penanggulangan COVID-19
YLKI Sebut Aturan Wajib PCR Penumpang Pesawat Diskriminatif, Minta Jangan Ada Aura Bisnis dan Pihak yang Diuntungkan
Kasus Covid-19 di Indonesia Bertambah 802 Orang, Jateng Jadi Penyumbang Terbanyak

Ganjar Imbau Tinggalkan Cara Konvensional Demi Target Pertumbuhan Ekonomi

Ganjar Imbau Tinggalkan Cara Konvensional Demi Target Pertumbuhan Ekonomi Ganjar Pranowo (Foto: Antara)

Pantau.com - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan semua pihak harus meninggalkan cara-cara konvensional agar Jateng mampu mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen.

"Untuk mencapai target tersebut setidaknya dibutuhkan investasi yang mencapai ratusan triliun rupiah, apalagi era industri 4.0 telah mengubah sebagian besar paradigma dunia ekonomi," katanya di Semarang, Senin (26/8/2019).

Baca juga: Masih Ragu Investasi Emas? 1 Gram Sekarang Rp774.000 Lho

Ganjar menyebutkan, salah satu sektor investasi yang disasar untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi adalah perusahaan-perusahaan aktif mendorong ekonomi digital.

"Tantangannya tidak gampang, tapi dengan distribusi ekonomi seperti ini bisa kita lalui bersama tanpa jalan utama karena banyak jalan-jalan tikus dan itu harus kita lalui. Itu mendorong kita agar tidak konvensional saja," ujarnya.

Nilai investasi Jateng terus mengalami peningkatan sejak 2013, bahkan pada 2018, total investasi yang diperoleh Jateng, baik penanaman modal dalam negeri (PMDN) maupun penanaman modal asing (PMA) melebihi 4 miliar dolar Amerika Serikat.

Baca juga: 4 Langkah Jitu yang Diklaim Bisa Turunkan Impor BBM

Untuk itu, Pemprov Jateng terus berupaya memberikan kenyamanan bagi investor yang ingin berinvestasi.

Selain itu, infrastruktur juga menjadi perhatian sehingga terus dilakukan pembangunan seperti infrastruktur bandara, pelabuhan, jalan tol, ketersediaan energi dan kawasan industri, termasuk peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - TIH

Berita Terkait: