Hanya Mengkaji, BI Pastikan Belum Berencana Terbitkan Mata Uang Virtual

Kantor Pusat Bank Indonesia (Pantau.com/Fery Heryadi)Kantor Pusat Bank Indonesia (Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com – Direktur Eksekutif Pusat Program Transformasi Bank Indonesia (BI), Onny Widjanarko mengatakan, pihaknya belum berencana menerbitkan mata virtual. Pasalnya, hingga saat ini BI masih melakukan kajian dan juga masih terbentur Undang-Undang tentang Mata Uang. 


Onny mengatakan, kajian mengenai mata uang digital tidak hanya dilakukan BI tapi hal serupa juga dilakukan Bank Sentral sejumlah negara seperti Inggris, Canada, dan Singapura.


“Hampir seluruh (Bank Sentral) melakukan penelitian (mata uang virtual/digital) tapi belum ada satupun (bank sentral) yang menerapkan,” kata Onny saat jumpa pers di Gedung BI, Rabu (31/1/2018).


Menurut Onny, seperti halnya Bank Sentral di sejumlah negara, kajian yang dilakukan BI  juga mengenai kemungkinan implikasi jika mata uang virtual digunakan. “Kajian masih awal, belum ada rencana misal untuk uji coba. Belum ada rencana menerbitkan, kita harus kaji dulu,” lanjutnya.


Ia menjelaskan, kajian dilakukan untuk mematangkan kebijakan. Karenanya, dia mengatakan diperlukan waktu yang tidak sebentar untuk melakukan kajian. Sebagai contoh, Bank England kata Onny, sudah melakukan kajian mengenai penggunaan mata uang virtual sejak 2016.


“Memang harus dikuliti betul-betul supaya mateng dan cermat kemudian dilihat kesiapannya karena banyak sekali sisi hukum, undang-undang, akan dilihat semua,” paparnya. 

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta