Pantau Flash
KPK Ingatkan Penyelewengan Anggaran Terkait Korona Bisa Dihukum Mati
Pangeran Charles Sembuh dari Virus Korona
Mitigasi Dampak COVID-19, BI Dukung Penerbitan Perppu No 1 Tahun 2020
10.597 Warga Jabar Sudah Ikut Rapid Test, 409 Ditemukan Positif COVID-19
Di Tengah Wabah Korona, Menteri Edhy: KKP Akan Berikan Layanan Terbaik

Heboh 700 Lebih Pegawai Google Tandatangani Petisi, Soal Apa?

 Heboh 700 Lebih Pegawai Google Tandatangani Petisi, Soal Apa? Ilustrasi Google (Foto: Reuters/Dado Ruvic)

Pantau.com - Ratusan pegawai perusahaan Google menyerukan kepada pimpinan mereka supaya berjanji tidak akan bekerja sama dengan Badan Penegak Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) karena adanya apa yang mereka sebut sebagai pelanggaran hak-hak asasi atau HAM.

Sebanyak 700 lebih pegawai Google menandatangani petisi itu pada Selasa (13 Agustus 2019) dan menyebut adanya sejumlah pelanggaran yang dilakukan oleh ICE dan Dinas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CPB).

Baca juga: 5 Perubahan Energi Jika Mobil Listrik Siap Mengaspal di Indonesia

Petisi itu minta supaya Google tidak memberikan bantuan teknis kepada kedua badan tadi, dan juga kepada Office of Refugee Resettlement atau Kantor Pemukiman Pengungsi sampai badan-badan pemerintah itu “berhenti melakukan pelanggaran-pelanggaran HAM.”

Khususnya, para pegawai itu mendesak perusahaan supaya jangan ikut melakukan penawaran untuk membangun sistem komputasi awan (cloud computing) untuk badan-badan pemerintah itu.

Baca juga: Ingin Aplikasi Sendiri Tanpa Google, Huawei Berkaca Kegagalan BlackBerry

Petugas ICE sering kali digunakan oleh pemerintah Amerika untuk melakukan razia terhadap migran gelap yang tinggal dan bekerja di Amerika.

Pimpinan perusahaan Google belum memberikan komentar atas petisi itu.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni

Berita Terkait: