Pantau Flash
WP KPK Tolak Wacana Pembebasan Napi Koruptor Dampak Pandemi Korona
Penanganan COVID-19 di Jakarta Disebut Lebih Baik dari Jabar dan Banten
PSI pada Jokowi: Mudik Harus Dilarang, Kalau Imbauan Saja Tak Akan Efektif
Update COVID-19 3 April: 1.986 Kasus Positif, 134 Sembuh, 181 Meninggal
25 Anak Usaha Pertamina Akan Didivestasi dan Likuidasi

Hentikan Perang Dagang, AS-China Akan Jalani Kesepakatan 15 Januari

Hentikan Perang Dagang, AS-China Akan Jalani Kesepakatan 15 Januari ilustrasi perang dagang. (Foto: IST)

Pantau.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan akan segera menandatangani perjanjian dagang dengan China. Rencananya, agenda tersebut akan dilaksanakan di Gedung Putih pada 15 Januari 2020. Alhasil, perang dagang AS-China akan segera berakhir.

Donald Trump menulis dalam akun twitternya, dirinya akan menandatangani perjanjian dengan perwakilan tingkat tinggi China. Meskipun dinilai masih ada kebingungan tentang rincian perjanjian.

Nantinya juga, AS juga akan mengirimkan perwakilannya untuk menindaklanjuti kesepakatan kedua negara. Meskipun sampai saat ini masih belum ada kejelasan tentang siapa yang akan mewakili delegasi China.

Baca juga: Jokowi: Ekonomi Indonesia Jangan Tertekan Perang Dagang


Salah satu media 'South China Morning Post' melaporkan, Wakil Perdana Menteri Liu He akan berkunjung ke Washington untuk menandatangani perjanjian. Bahkan Minggu lalu, Trump mengatakan dirinya dan Presiden China Xi Jinping akan menjadi tuan rumah upacara penandatanganan kesepakatan Fase 1.

Kesepakatan ini dicapai pada awal bulan Januari dan diperkirakan akan menurunkan tarif dan mendorong pembelian oleh China terhadap pertanian, energi dan barang-barang manufaktur milik Amerika Serikat. Tujuannya adalah untuk mengatasi beberapa perselisihan mengenai kekayaan intelektual.

Namun pejabat China masih belum mengeluarkan pernyataan tertulis dan belum secara terbuka berkomitmen, seperti halnya meningkatkan impor barang dan jasa dari Amerika Serikat sebesar USD200 miliar selama dua tahun.

Sedangkan terkait kesepakatan Fase 1, perwakilan dagang AS mengatakan hal ini mencakup perlindungan hukum perlindungan hukum China yang lebih kuat untuk paten, merek dagang, hak cipta, termasuk peningkatan prosedur pidana dan perdata untuk memerangi pelanggaran online, barang bajakan dan barang palsu.

Baca juga: Efek Suara Positif AS-China, Harga Minyak Dunia Dibuka Cerah


"Masalah seperti subsidi industri akan dibahas dalam kesepakatan nanti," kata salah satu sumber Reuters.

Pada 2017 sebelum perang dagang terjadi, China membeli barang-barang dan layanan AS masing-masing senilai USD130 miliar dan USD56 miliar.

FYI, perang dagang antara China dan AS terjadi sekitar satu setengah tahun yang lalu saat Amerika Serikat mencetuskan tuduhan praktik perdagangan tidak adil yang dilakukan oleh China, seperti pencurian kekayaan intelektual AS dan subsidi yang secara tidak adil menguntungkan perusahaan-perusahaan China.



Tim Pantau
Sumber Berita
Reuters
Editor
Tatang Adhiwidharta

Berita Terkait: