Horeee, Hingga Akhir Maret Harga Barang Bakal Terkendali

Menteri Jonan pada suatu kesempatan menyampaikan keterangan pers. (Pantau.com/ Fery Heryadi)Menteri Jonan pada suatu kesempatan menyampaikan keterangan pers. (Pantau.com/ Fery Heryadi)

Pantau.com Harga jual barang-barang diyakini tidak akan mengalami pergolakan alias naik. Alasannya, langkah pemerintah melalui Menteri Ignasius Jonan yang memutuskan pemerintah tidak akan menaikkan harga bahan bakar (BBM) dan listrik hingga triwulan pertama (Maret) 2018, dinilai dapat menekan potensi inflasi. 

Pada tahun ini, pemerintah mematok inflasi 3,5%, jauh lebih rendah dibandingkan proyeksi awal pemerintah dalam indikator ekonomi makro Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 yang mencapai 4,3%. Sementara Bank Indonesia, memperkirakan inflasi Indonesia pada tahun ini 3,5% plus minus 1%. 

“Dengan kondisi harga BBM (ron 88) dan listrik tetap, setidaknya akan menahan second round impacts dari kenaikan harga BBM dan listrik,” kata Ekonom Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto ketika dihubungi Pantau.com.

Alhasil, jika tidak ada kenaikan harga barang menurut Myrdal maka daya beli masyarakat tidak bakal tergerus. Tidak naiknya harga BBM dan listrik, juga bakal membantu masyarakat yang menjadi pengusaha. Alasannya jika terjadi kenaikan harga minyak dunia hingga kenaikan BBM, memberikan tekanan pada usahanya. Tekanan dimaksud, naiknya biaya produksi dan adanya potensi pelemahan daya beli masyarakat. 

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Martina Prianti