Pantau Flash
Mendes PDTT Perbolehkan Dana Desa untuk Bangun Pos Jaga di Gerbang Desa
Rupiah Terkoreksi Melemah di Awal Pekan, Rp16.500 per Dolar
Kasus Positif Korona di Jakarta Tembus 1.000, 126 Orang Tercatat Meninggal
Kasus Pertama! Harimau di Kebun Binatang New York Positif Korona
Bassis Duran Duran, John Taylor Sembuh dari Korona

Indonesia Tak Ekspor Lagi, Ini 5 Produksi yang Tak Lepas dari Bahan Nikel

Headline
Indonesia Tak Ekspor Lagi, Ini 5 Produksi yang Tak Lepas dari Bahan Nikel Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Rencana Pemerintah Indonesia mantap untuk tidak mengekspor nikel tentu bukan rencana isapan jempol belaka. Terhitung mulai 1 Januari 2020 bijih nikel dengan kadar di bawah 1,7 persen tidak lagi diperbolehkan untuk dieskpor.

Perusahaan memiliki masa transisi selama 4 bulan sejak bulan September ini hingga Desember 2019 untuk mulai menyesuaikan kebijakan baru ini.

Hal ini rupanya karena nikel RI akan digunakan untuk pembangun smelter. Tapi bagi Indonesia, jelas bijih nikel memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Kali ini Pantau.com akan menjabarkan 5 jenis produksi yang menggunakan nikel;

1. Pembuatan Stainless Steel


Foto: Pixabay

Perlu sobat pantau tahu, bahwa bijih besi termasuk jenis tambang yang sangat dicari. Namun unsur ini sangat mudah teroksidasi oleh air dan udara. Oleh karena itu besi banyak dicampur dengan nikel dan krom untuk membuat stainless steel.

Stainless steel tidak mudah berkarat layaknya besi biasa. Peralatan makan seperti garpu dan sendok banyak memanfaatkan stainless steel ini.

Di dunia medis, jelas alat semacam stainless steel banyak digunakan. Dengan kata lain, RI bisa lebih berpotensi dong untuk produksi komoditas ini.

Baca juga: Nikel Tak Diekspor Lagi, RI Makin Berpotensi Jadi Produsen Mobil Listrik

2. Pembuatan Koin


Foto: Pixabay

Seperti penggunaan uang koin tak hanya terjadi di Indonesia, semua negara memiliki dua bentuk mata uang, koin dan kertas. 

Nah beberapa uang koin yang beredar di Indonesia menggunakan bahan nikel. Bahan ini terlihat lebih padat dan berat dibanding alumunium. Koin dari alumunium juga terlihat mengkilap. Mata uang koin yang menggunakan nikel salah satunya adalah pecahan Rp1.000 tahun 2010.

3. Pembuatan Rangka Otomotif


Gudang mobil honda (Foto: AP)

Kalau produksi yang satu ini jelas mendulang banyak uang. Apalagi saat ini di mana mulai bermunculan komunitas mobil dengan deretan modifikasi. 

Nikel ini digunakan untuk produksi velg, bumper dan knalpot. Pembuatan barang-barang diatas jelas memanfaat nikel sebagai bahan campuran. Selain agar tak mudah berkarap, campuran nikel akan membuat look makin kinclong.

Baca juga: Per Januari 2020 Bijih Nikel Tidak Boleh Diekspor Lagi

4. Katalis


Katalis (Foto: Pantau.com/Ratih Prastika)

Kalau sobat Pantau pernah baca artikel soal katalis pasti sudah tahu. Tapi kita kasih pengertian dasarnya deh, katalis adalah kimia yang menunjukkan zat yang berfungsi mempercepat suatu reaksi. Ini juga salah satu manfaat nikel dalam kehidupan.

Nikel dapat menjadi katalis dalam proses hidrogenasi minyak. Minyak perlu diubah menjadi padat untuk membentuk margarin/mentega. Proses ini menggunakan gas hidrogen sebagai pereaksi. Nikel dapat mempercepat proses kimia ini sehingga reaksi ini berjalan lebih efisien.

5. Baterai Isi Ulang


Foto: Pixabay

Nah ini yang digadang-gadang bakal jadi primadona mobil listrik. RI sangat potensian jelasnya, karena nikel sudah tak diekspor lagi. 

Kalau sebelumnya, kita hanya mengenal baterai yang dimanfaatkan sebagai sumber energi peralatan elektronik, tentu baterai mobil listrik bukan menjadi hal yang mustahil dong.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni

Berita Terkait: