Pantau Flash
Pemkot Bogor Perpanjang PSBMK Sampai 13 Oktober
Pemimpin Kuwait Sheikh Sabah al-Ahmed Tutup Usia
Buruh akan Mogok Nasional 3 Hari Tolak Omnibus Law Ciptaker
Kasus Baru Positif COVID-19 Naik 4.005 dengan Total Kasus 282.724
Sadar COVID-19 Masih Jadi Momok, PSSI Resmi Tunda Lanjutan Liga 1 dan 2

Indonesia-UEA Sepakati 16 Kerja Sama, Luhut: Itu Deal Terbesar

Indonesia-UEA Sepakati 16 Kerja Sama, Luhut: Itu Deal Terbesar Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan berbincang dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sebelum menggelar jumpa pers di Emirates Palace Hotel, Abu Dhabi, Minggu (12/1/2020) (foto: Antara/Hanni Sofia)

Pantau.com - Pemerintah Indonesia dengan Uni Emirat Arab (UEA) lakukan kesepakatan yang menghasilkan 16 kerja sama. Lima kerja sama di antaranya merupakan antar pemerintah dan 11 kerja sama antara pelaku usaha.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, kerja sama itu disebut sebagai deal terbesar dalam sejarah Indonesia.

“Ini istilahnya Presiden kepada Putra Mahkota adalah satu deal terbesar dalam sejarah Indonesia dalam waktu singkat di Timur Tengah yakni UEA,” kata Luhut di Emirates Palace Hotel Abu Dhabi, Minggu (12/1/2020) malam usai mendampingi Presiden Joko Widodo melaksanakan agenda kenegaraan di Istana Qasr Al Watan.

Adapun perjanjian kerja sama tersebut terdiri atas 5 perjanjian antar pemerintah di bidang keagamaan, pendidikan, pertanian, kesehatan, dan penanggulangan terorisme.

Baca juga: Kunjungan ke UEA, Presiden Jokowi Kejar Investasi Senilai Rp54 Triliun

Selain itu, terdapat pula 11 perjanjian bisnis antara lain di bidang energi, migas, petrokimia, pelabuhan, telekomunikasi, dan riset dengan estimasi total nilai investasi sebesar 22,89 miliar dolar AS atau sekitar Ro314,9 triliun.

Selain kerja sama ekonomi, Presiden Jokowi juga menyampaikan bahwa Indonesia ingin menjadikan UEA sebagai mitra dalam pendidikan Islam yang modern, moderat, dan penuh toleran.

“Kalau teknis mengenai jumlah investasi tadi banyak BUMN mengenai chemical dan sebagainya (terlibat),” kata Luhut.

Untuk itu ia bersama Menteri BUMN Erick Tohir dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sekaligus Menteri Luar Negeri LP Marsudi serta pihak lain terus bekerja secara koordinatif dalam merealisasikan kerja sama secara konkret antara dua negara.

Baca juga: Perusahaan Jepang Kerja Sama Kembangkan MRT di Kota Selain Jakarta

“Saya ditunjuk Presiden (untuk mengetuai tim kerja sama) tapi sebetulnya ini pekerjaan ramai-ramai, jadi berhasil pun ini sebetulnya ini adalah kerja sama tim yang bisa menyelesaikan to be precise hanya waktu 7 bulan,” katanya.

Ia menegaskan faktanya belum ada kesepakatan dengan nilai kerja sama sebesar itu yang diselesaikan pembahasannya dalam waktu relatif singkat.

“Belum pernah ada deal sebesar itu,” kata Luhut.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Lilis Varwati

Berita Terkait: