Pantau Flash
KPK Setor Rp500 Juta dari Perkara Kabid Pembangunan Jalan Muara Enim
Dua Pekan Lagi WHO Akan Umumkan Hasil Uji Klinis Obat COVID-19
Densus 88 Antiteror Amankan Seorang Wanita Terduga Teroris di Semarang
Terjadi Ledakan Diduga Bom Rakitan di Menteng
Jubir Sebut 75 Persen Pasien COVID-19 di 11 Provinsi Telah Sembuh

Ini 3 Jurus Kementerian Pariwisata Kejar Target 20 Juta Wisatawan

 Ini 3 Jurus Kementerian Pariwisata Kejar Target 20 Juta Wisatawan Wisatawan Mancanegara mengunjungi Bali (Foto: Antara)

Pantau.com - Indonesia menargetkan jumlah wisatawan mancanegara tahun 2019 bisa mencapai 20 juta wisman. Kementerian Pariwisata mengungkap setidaknya butuh 28 juta kapasitas tempat duduk internasional (international seat capacity) untuk mencapai target tersebut. 

Staf Khusus Kementerian Pariwisata bidang infrastruktur, Judi Rifajantoro mengatakan, saat ini masih kurang 2,6 juta international seat capacity yang ada di Indonesia.

"Ini lah internasional seat capacity dari pasar utama kita. Kita lihat Malaysia, Singapura, besar, kenapa karena mereka berhubungan jadi dia tidak hanya angkut orang Malaysia Singapura tapi juga orang seluruh dunia sehingga kapasitasnya tinggi," ujarnya dalam FGD Federasi Pilot Indonesia, di Gedung Perpustakaan Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (28/3/2019).

Baca juga: Alasan Indonesia Masih Gunakan Batu Bara saat Eropa dan China Beralih

Untuk mendorong terpenuhinya internasional seat capacity, Kemenpar memberikan beberapa insentif terutama dalam bentuk promosi, jika ada maskapai yang bersedia menyediakan kebutuhan ini. 

"Bagaimana mendorong supaya airlines untuk lebih meningkatkan kinerja airlines. Pertama, kita lakukan kerjasama promosi. Bisa beragam caranya ya. Karena Kemenpar hanya punya anggaran promosi, kerjasama," paparnya.

Selain itu kata dia, insentif ini diberikan kepada maskapai yang mau meningkatkan kapasitasnya di beberapa penerbangan rute yang sudah ada.

"Promosi untuk meningkatkan seat, di rute eksisting, kerjasama tapi syaratnya harus tumbuh kita kerja bareng promosi," imbuhnya. 

Baca juga: Bongkar Data, Kementerian Pariwisata Langsung Sentil Maskapai Nasional

Kemudian juga, pihaknya akan memberikan insentif kepada maskapai dengan rute-rute baru yang potensial untuk tumbuh.

"Kita bikin rute baru kemana, join promotion. Yang baru-baru kan masih growth," ungkapnya.

Kemudian juga insentif  kepada wisman dari negara-negara yang baru datang ke Indonesia. Misalnya juga berupa tour khusus yang dilakukan untuk memperkenalkan Indonesia nantinya para wisman seperti menjadi agen untuk pariwisata Indonesia.

"Kita berikan insentif yang datang ke Indonesia dari destinasi baru, wismannya pasti baru, sementara asal bukan tujuan Bali deh. Kalau dia mau datang ke Bintan masih kita kasih," katanya.

"Atau Famtrip, familiarisasi trip misal dari agen mana, atau dari airlines mana misal wartawan atau blogger, artis, dibawa yang menarik nanti dia cerita. Di share. Kita yang bayarin. Kita fasilitasi yang bayar dari airlines," pungkasnya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Reporter
Ratih Prastika

Berita Terkait: