Ini Alasan Bank Sentral Amerika Pertahankan Tingkat Suku Bunga di Tengah Pergantian Pimpinan

Ilustrasi (verdictcouk)Ilustrasi (verdictcouk)

Pantau.com Bank Sentral Amerika, Federal Reserve mempertahankan tingkat suku bunga acuannya, Kamis (1/2/2018) atau Rabu waktu setempat.

The Fed memutuskan untuk mempertahankan target tingkat suku bunga acuan federal funds pada 1,25 sampai 1,5 persen.

Kebijakan mempertahankan tingkat suku bunga lahir dari pertemuan The Fed selama dua hari. Dalam hasil pertemuan itu juga terungkap The Fed memberikan penilaian positif terhadap pertumbuhan ekonomi Amerika baru-baru ini.

“Kenaikan dalam lapangan pekerjaan, pengeluaran rumah tangga, dan bisnis investasi tetap telah menguat, serta tingkat pengangguran tetap rendah,” ucap Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), komite pembuat kebijakan the Fed melalui keterangan tertulis.

The Fed juga memperkirakan inflasi Amerika di sekitar target yakni 2 persen dalam jangka menengah. Ukuran untuk inflasi yang disukai oleh Fed, naik 1,7 persen pada Desember jika dibanding pada tahun sebelumnya berdasarkan data terakhir yang dikeluarkan oleh Departemen Perdagangan.

Para analis mengatakan pertumbuhan ekonomi Amerika yang lebih kuat dan kenaikan inflasi dapat menetapkan tingkat kenaikan suku bunga dalam pertemuan kebijakan Fed berikutnya. Pertemuan dimaksud rencananya bakal digelar pada 20-21 Maret 2018.

Disebutkan, harga-harga berjangka untuk suku bunga federal fund juga menunjukkan para investor pada saat ini melihat kemungkinan kenaikan suku bunga pada Maret. Kemungkinan perubahannya disebutkan bahkan hingga sekitar 80 persen.

Di sisi lain FOMC mengatakan dalam sebuah pernyataan terpisah, pihaknya dengan suara bulat memilih Powell sebagai ketua. Dia diharapkan dilantik secara resmi sebagai Ketua Dewan Gubernur the Fed berikutnya pada Senin (5/2/2018).

Powell, yang telah menjadi anggota Dewan Gubernur Fed sejak 2012, dinominasikan oleh Presiden Donald Trump pada November lalu untuk menggantikan Yellen. Para pelaku pasar secara luas memperkirakan bahwa Fed di bawah kepemimpinan Powell akan menjamin kelanjutan pengetatan bertahap dalam kebijakan moneter. Serta mengurangi beban regulasi pada beberapa lembaga keuangan.

Tim Pantau