Ini Alasan BI Sebut Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Hanya Sementara

Kantor Pusat Bank Indonesia (Pantau.com/Fery Heryadi)Kantor Pusat Bank Indonesia (Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com  Bank Indonesia (BI) menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika pada Selasa (6/2/2018) hanya dinamika jangka pendek lantaran sentimen pelaku pasar setelah perbaikan data perekonomian Amerika Serikat. Seperti diketahui, rupiah sempat menyentuh Rp13.600 per dolar Amerika.

Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Dody Budi Waluyo meyakini, depresiasi tidak memberikan dampak apapun. Tidak ada perubahan yang signifikan di kondisi makro ekonomi global. “Sementara itu fundamental perekonomian domestik tetap solid,” ujar Dody, Selasa (6/2/2018).

Ia menjelaskan, dalam beberapa hari terakhir memang terjadi sedikit gejolak di pasar keuangan. Perbaikan data perekonomian Amerika soal ketenagakerjaan menyebabkan kenaikan ekspektasi inflasi. Kemudian, naiknya imbal hasil obligasi Amerika dan pelemahan di pasar saham juga menjadi faktor terjadinya gejolak.

“Sejalan dengan itu, nilai tukar dolar Amerika menguat secara global yang juga berdampak terhadap melemahnya nilai tukar rupiah sejalan mata uang emerging market lainnya,” ujar Dody.

Menurut Dody, kondisi fundamental ekonomi domestik ke depan juga akan membantu menjaga stabilitas nilai tukar. Pengumuman pertumbuhan ekonomi kuarta IV 2017 yang sebesar 5,19 persen dan sepanjang 2017 secara kumulatif 5,07 persen (yoy), akan menambah optimisme prospek pertumbuhan ekonomi.

“Bank Sentral siap berada di pasar apabila diperlukan untuk melakukan langkah-langkah stabilisasi,” ujar dia.

Tim Pantau
Editor
Martina Prianti
Penulis
Martina Prianti