Ini Alasan Coworking Space Bakal Berkembang di Jakarta

Salah satu kawasan perkantoran di Jakarta. (Pantau.com/Fery Heryadi)Salah satu kawasan perkantoran di Jakarta. (Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com  Konsultan properti Jones Lang LaSalle (JLL) menyatakan, usaha properti coworking space atau berbagi bersama area perkantoran, bakal berkembang di Jakarta pada tahun ini. 

Coworking space di Jakarta, umumnya masih terletak di gedung perkantoran yang ada di bangunan tipe B atau C, atau ruko. “Coworking space adalah tren yang menarik dan bakal naik mengimbangi jasa perkantoran konvensional,” kata Country Head JLL Indonesia, Todd Lauchlan.

Adapun coworking space adalah sebuah kawasan kantor yang diisi beragam individu, bisa itu profesional, pekerja paruh waktu, maupun peneliti independen. Konsep coworking space dinilai sebagai sebuah solusi terhadap permasalahan isolasi oleh berbagai orang yang kerap melakukan pekerjaannya di rumah.

Todd Lauchlan mengatakan, kecenderungan munculnya usaha properti coworking space telah merambah berbagai kota utama di dunia. Yang terbesar adalah London.

“Indonesia kemungkinan akan mengejar tren seperti itu (coworking space) yang kini telah muncul seperti di Singapura dan Hongkong,” ucapnya.

Head of Research JLL Indonesia, James Taylor mengatakan saat ini persentase ruang perkantoran di Jakarta adalah sekitar 65 ribu meter persegi. Dari jumlah tersebut, area jasa perkantoran konvensional masih mendominasi atau berada pada tingkatan sekitar 85 persen.

“Usaha properti coworking space masih didominasi pemain lokal, tetapi hal itu kemungkinan bakal berubah pada 2018,” ucapnya. Ia menilai berbagai perusahaan multinasional yang bergerak di sektor coworking, diperkirakan ada yang berminat membuka cabangnya di Indonesia.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara