Ini Alasan Harga Minyak Dunia (Kembali) Menguat Meski Diungkap Data Positif

ilustrasi (Pantau.com/Fery Heryadi)ilustrasi (Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com Harga minyak di pasar dunia menguat pada akhir perdagangan Kamis (1/2/2018) atau Rabu waktu setempat. Hal ini bertepatan dengan dirilisnya data resmi persediaan minyak mentah Amerika Serikat yang disebut meningkat lebih besar dari perkiraan.

Patokan harga minyak Amerika jika dilihat dari minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret naik USD0,23 menjadi di angka USD64,73 per barel di New York Mercantile Exchange.

Di sisi lain, patokan harga minyak global untuk minyak mentah Brent North Sea pada pengiriman Maret, naik USD0,03 hingga ditutup pada USD69,05 per barel di London ICE Futures Exchange.

Persediaan minyak mentah Amerika naik 6,8 juta barel pada pekan yang berakhir 26 Januari menjadi 418,4 juta. Sementara stok bensin turun dua juta barel untuk periode minggu yang sama, dengan persediaan distilasi turun sebesar 1,9 juta barel, menurut  

Sementara itu, produksi minyak Amerika pada November kurang lebih mencapai rekor bulanan sebesar 10,04 juta barel per hari yang tercapai pada November 1970. Sebelumnya, Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan awal bulan in mereka memperkirakan produksi AS melebihi Arab Saudi, naik di atas 10 juta barel per hari pada 2018.

Kekhawatiran terbaru atas membanjirnya pasokan global membebani pasar. Para analis khawatir bahwa pertumbuhan produksi minyak mentah dari Amerika, Kanada, dan Brasil akan lebih dari sekadar memenuhi proyeksi pertumbuhan permintaan global untuk sisa tahun ini.

Tim Pantau