Ini Alasan OJK Siap Dirikan Fintech Center

ilustrasi (Pantau.com/Fery Heryadi)ilustrasi (Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana membuat pusat financial technology (fintech) yang berskala nasional atau National Fintech Center. Terkait hal itu, Wakil Komisaris Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Institute, Sukarela Batunanggar mengatakan, pihaknya bakal berkoordinasi dengan regulator dengan pelaku usaha fintech.

Sukarela Batunanggar menjelaskan, pemangku kebijakan yang dimaksud Kementerian Perdagangan, Komunikasi Informasi dan Informatika, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dan Bank Indonesia (BI). Selain itu, OJK juga berencana akan menggandeng lembaga penelitian. 

“National fintech center bukan level institusi atau suatu lembaga melainkan ajang ataupun media regulator untuk berkoordinasi,” ujar Sukarela Batunanggar dalam Rapat Kerja Kementerian Perdagangan 2018, Jumat (2/2/2018).

Ia menambahkan, fintech center sebagai wadah untuk kolaborasi antara regulator, dengan stakeholders, players fintech. Dengan adanya wadah dimaksud, Sukarela berharap, semua hal termasuk ide-ide pengembangan, usulan kebijakan, dan penangan masalah fintech dapat dibahas serta diselesaikan bersama.  

“Karena fintech kita membutuhkan suatu dukungan ekosistem yang baik, tidak hanya regulator, tidak hanya dari sisi inkubator, tidak hanya konsumen tapi semuanya terintegrasi di dalam,” kata Sukarela.

“Kemudian terkait sistemnya bisa saja nanti sakit sistem itu bisa lahir dari inisiatif hasil komitmen bersama soalnya terkait cyber security atau platform dikembangkan bersama. Misalnya, untuk melayani financial inclusion nanti bisa dikembangkan di situ,” tutup Sukarela.

Tim Pantau