Ini Evaluasi BPS Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kepala BPS Suhariyanto . (Pantau.com/Ratih Prastika)Kepala BPS Suhariyanto . (Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com  Kepala Badan Pusat Statistik, Suhariyanto mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2017 sebagian besar didukung oleh pengeluaran rumah tangga (56,13 persen). Disusul, pembentukan modal tetap bruto atau PMTB/investasi (32,16 persen), dan ekspor barang dan jasa (20,37 persen).

Pada tahun 2017 lalu, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat 5,07 persen. Lebih besar dibandingkan realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2016 yang hanya 5,03 persen. Tapi, lebih kecil dibandingkan target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017, sebesar 5,2 persen.

Ia mengatakan, saat ini pertumbuhan ekonomi bergerak seputaran 5 persen dan jika ingin menyentuh 6 persen, maka seluruh komponen pertumbuhan akan lebih tumbuh. Komponen pertumbuhan dari sisi pengeluaran dimaksud, pengeluaran rumah tangga, PMTB, ekspor barang dan jasa serta, pengeluaran konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (LNPRT) dan pengeluaran konsumsi pemerintah. Tiga komponen dimaksud pengeluaran rumah tangga, PMTB, dan ekspor barang jasa. 

“Kalau (peran) konsumsi pemerintah kan segitu saja 9 persen hingga 10 persen, jadi tiga komponen harus (lebih) menggerakkannya,” kata Suhariyanto, Senin (5/2/1018).

BPS, kata Suhariyanto menyarankan pemerintah untuk menjaga sejumlah hal agar laju pertumbuhan ekonomi tetap berjalan. “Beberapa yang harus dijaga yakni kestabilan politik karena akan mempengaruhi masyarakat untuk meningkatkan daya beli. Selain itu, aturan dalam investasi yang bisa dibenahi agar pertumbuhan semakin baik,” paparnya.

Tidak hanya itu, Ia mengatakan pemerintah juga mesti mampu mendorong nilai ekspor. “Nilai ekspor kita menggembirakan, pertumbuhannya menggembirakan tapi yang membuat presiden tidak happy karena total ekspor kita masih kalah dibandingkan negara tetangga,” lanjutnya.

Ia mengatakan pemerintah harus segera membereskan seluruh persoalan di atas agar pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak kalah dibandingkan negara lainnya. Tahun ini, pemerintah mematok target pertumbuhan sebesar 5,4 persen.

Tim Pantau