Ini Kata Ekonom Soal Defisit Neraca Perdagangan

Pelabuhan menjadi pintu utama ekspor impor Indonesia. (Pantau.com/Fery Feryadi)Pelabuhan menjadi pintu utama ekspor impor Indonesia. (Pantau.com/Fery Feryadi)

Pantau.com Neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2018, tercatat defisit USD676,9 juta, setara Rp9,07 triliun. Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira mengatakan defisit neraca perdagangan tersebut karena kinerja ekspor mengalami kontraksi di bulan Januari.

Ia mengatakan pelambatan kinerja ekspor karena ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya kontraksi ekspor di bulan Januari. Salah satunya, adanya pelambatan pertumbuhan ekspor pada sejumlah negara utama tujuan ekspor Indonesia. 

“Beberapa negara tujuan ekspor seperti Tiongkok, India, kenaikannya tidak terlalu signifikan. India cuma naik tipis 0,11 persen month to month, Tiongkok juga cuma naik 0,79 persen tidak terlalu besar. Hal ini mempengaruhi,” kata Bhima saat dihubungi pantau.com, Jumat (16/2/2018).

Bhima menilai pola penurunan ini menjadi pola musiman di awal tahun sehingga berpengaruh kepada neraca perdagangan. “Ini juga memang secara musiman di awal tahun biasanya kinerja ekspor belum terlalu bagus jadi wajar jika terjadi defisit neraca perdagangan,” imbuhnya.

Baca juga: Menilik Inklusi Keuangan

Tim Pantau