Ini Kata Pengamat Soal Aksi Ditjen Pajak Tagih Data Kartu Kredit Nasabah

Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak. (Pantau.com/Fery Heryadi)Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak. (Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA), Yustinus Prastowo mengatakan pembukaan data kartu kredit nasabah untuk kepentingan perpajakan, membutuhkan persiapan matang serta mempertimbangkan kondisi perekonomian terkini.

Hal ini tentu berkaitan dengan penerbitan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 228/PMK.03/2017 tentang Rincian Jenis Data dan Informasi Serta Tata Cara Penyampaian Data dan Informasi yang Berkaitan dengan Perpajakan. 

“Pelaksanaan terburu-buru dan tanpa persiapan akan mengundang kekhawatiran yang tidak perlu,” kata Yustinus.

Ia mengatakan, pemberlakuan pemanfaatan data kartu kredit sebaiknya didahului dengan pembuatan sistem maupun prosedur operasi atau tata cara yang jelas, mudah, dan akuntabel.

Baca juga: Ini Daftar 23 Kartu Kredit Wajib Dilapor ke Ditjen Pajak, Ayo Adakah Jenis Kartumu?

Ia berpendapat, persepsi dan kekhawatiran yang muncul dari nasabah pemilik kartu kredit, harus diantisipasi. Alasannya, jika itu benar terjadi, maka dapat memicu penurunan penggunaan kartu kredit serta merugikan perekonomian nasional.

Soal batas nominal tagihan kartu kredit yang wajib disampaikan yakni minimal tagihan Rp1 miliar setahun. Yustinus menilai, lebih tepat jika ambang batas tidak didasarkan pada jumlah tagihan dalam setahun. Tapi, berdasarkan limit tertentu pada kartu kredit.

“Kami mengusulkan seluruh kartu kredit limit Rp100 juta ke atas wajib dilaporkan. Batas yang terlalu tinggi justru dikhawatirkan tidak optimal bagi tujuan intensifikasi maupun ekstensifikasi (pajak),” lanjut pengamat perpajakan.

Terkait soal ambang batas nilai transaksi kartu kredit, Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat (P2Humas) Hestu Yoga mengatakan, pihaknya sudah memiliki pertimbangan.

“Kami selektif karena pengguna kartu kredit itu bermacam-macam. Lagipula jika sudah tertib lapor pajak, mestinya tidak perlu khawatir,” kata Hestu Yoga kepada  Pantau.com, Jakarta, Selasa (6/2/2018).

Baca juga: Ini Alasan Ditjen Pajak Tagih Data Nasabah Pemegang Kartu Kredit

Tim Pantau
Penulis
Martina Prianti