Ini Klasifikasi Mainan Anak Agar Lulus SNI

BSN memberikan keterangan pers tentang wajib SNI mainan impor. (Pantau.com/Ratih)BSN memberikan keterangan pers tentang wajib SNI mainan impor. (Pantau.com/Ratih)

Pantau.com – Badan Standardisasi Nasional (BSN) mengklaim pembuatan Standar Nasional Indonesia (SNI) yang ditetapkan BSN mengadopsi dari International Organization for Standardization (ISO). Perumusan SNI, melibatkan empat pihak yakni produsen, konsumen, ahli, dan pemerintah khususnya terkait kesehatan, Keselamatan, dan lingkungan hidup atau K3L.

Kepala Pusat Sistem Penerapan Standar BSN, Wahyu Purbowasito mengatakan ketentuan tersebut berlaku untuk semua SNI tanpa terkecuali. SNI yang berlaku untuk semua mainan anak baik yang dibuat di dalam negeri maupun dari luar negeri atau impor.  


Pertama, SNI ISO 8124 1:2010, keamanan mainan bagian 1: aspek keamanan yang berhubungan dengan sifat fisis dan mekanis;

Kedua, SNI ISO 8124 -2:2010, keamanan mainan bagian 2: sifat mudah terbakar;

Ketiga, SNI ISO 8124-3:2010, keamanan mainan bagian 3: migrasi unsur tertentu;

Keempat, SNI ISO 8124-4:2010, keamanan mainan bagian 4: ayunan, seluncuran dan mainan aktivitas sejenis untuk pemakaian di dalam dan di luar lingkungan tempat tinggal;

Kelima, SNI IEC 621151:2011, keamanan mainan elektrik keamanan.

Keenam, SNI 7617:2010, tekstil persyaratan zat warna azo, kadar formaldehida, dan kadar logam terekstraksi pada kain untuk pakaian bayi dan anak;

Ketujuh, EN 71-5 Chemical toys (sets) other than experimental sets.


“Pemberlakuan secara wajib SNI mainan anak dengan mempertimbangkan risiko atas penggunaan mainan,” kata Wahyu, Rabu (24/1/2018).

Tim Pantau
Editor
Martina Prianti