Ini Lho Pernak-pernik Imlek yang Siap Kuras Kantong Kamu, Cek Yuk

Headline
Salah satu pembeli pernak pernik Imlek di Pasar Glodok. (Foto: Pantau.com/Ratih Prastika)Salah satu pembeli pernak pernik Imlek di Pasar Glodok. (Foto: Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com – Pemandangan khas seketika langsung ditemui saat kita berada di Kawasan Glodok, Jakarta Barat, seperti di sepanjang Jalan Pancoran. Jelang Imlek, pedagang pernak-pernik Tahun Baru China atau Imlek berjejer menjajakan pelbagai pernak pernik Imlek.


Hanya saja, sepertinya kita mesti bersiap merogoh kantong lebih dalam jika ingin membeli sejumlah pernak pernik Imlek berikut ini. Salah seorang pedagang pernak-pernik, Bayu (36) mengatakan, ada kenaikan harga cukup drastis untuk sejumlah barang tertentu.


“Kalau (bunga) Mei Hwa harganya gak ada naik dari tahun ke tahun sama. Paling naik harga lampion, naga-nagaan, dan stiker (untuk dipasang di pintu atau tembok) lumayan bisa Rp5 ribu hingga Rp30 ribu padahal tahun sebelumnya nggak ada kenaikan” ujar Bayu saat ditemui Pantau.com, Selasa (30/1/2018).


Bayu mencontohkan, sebelumnya lampion dijual Rp150ribu hingga Rp170ribu per lampion, saat ini harganya melonjak jadi sekitar Rp200ribu hingga Rp250ribu. “Barangnya terbatas, susah masuk katanya. Tahun lalu banjir barang,  tahun ini susah barangnya tapi permintaan pasar masih terpenuhi,” jelas Bayu.


Sementara itu, Yanti (29), yang juga berdagang pernak-pernik imlek di Pasar Glodok mengatakan, kenaikan harga lampion memang sangat jelas terlihat. Senada dengan Bayu, dia mengatakan kenaikan harga lantaran sulitnya barang masuk ke Indonesia sehingga memicu kelangkaan barang. 


Baca juga: Pernak-pernik Imlek Banjiri Pasar Glodok, Pedagang Justru Mengeluh. Kenapa?


“Susah masuk barangnya dari pelabuhan, impor jadi susah. Paling saya minta kurangin dari tempat ngambilnya. Susah soalnya kalau ketinggian (jual) kadang pembeli protes tapi gimana lagi,” kata Yanti.


Lampion yang dijual pedagang pernak-pernik Imlek, biasanya bertuliskan huruf China (hanzi, aksara Han). Nah, pedagang biasanya sengaja menggantung lampu khas China itu di depan kiosnya sehingga menjadi pemandangan menarik bagi pengguna jalan.


Pembeli pernak-pernik di Pasar Glodok sendiri, kata Bayu dan Yanti, tidak hanya berasal dari wilayah Jakarta. Namun juga dari Bogor, Bandung, hingga Bangka Belitung. “Mereka sering datang terutama di akhir pekan,” kata Yanti.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta