Ini Penjelasan BI Soal Kajian Penerbitan Mata Uang Digital

Direktur Eksekutif Pusat Program Transformasi Bank IndonesiaDirektur Eksekutif Pusat Program Transformasi Bank Indonesia

Pantau.com – Bank Indonesia (BI) menargetkan kajian awal mata uang digital atau digital currency dapat diselesaikan dalam dua tahun.


Direktur Eksekutif Pusat Program Transformasi Bank Indonesia (BI), Onny Widjanarko mengatakan, lamanya waktu yang ditentukan lantaran harus ada kajian mendalam untuk mengeluarkan uang digital.


“Kalau dari di timeline kita akan selesai dua tahun, karena kajiannya sangat mendalam. 2017 (baru) benchmarking kajian yang analisis tapi research implikasinya dari sisi legalnya, sisi IT infrastruktur, kita pake IT, blockchain, pilihan teknologi harus tepat. Kita teliti dari sisi teknisnya, belum dari sisi operasional, bagaimana cara mendapatkannya, itu yang harus kita teliti secara jelas,” ujar Onny saat jumpa pers di Gedung BI, Rabu (31/1/2018).


Onny menjelaskan, kajian yang dilakukan BI saat ini guna melihat manfaat dan dampaknya termasuk kemungkinan jenis mata uang virtual yang diterapkan di Indonesia. Dalam proses kajian tersebut, Onny mengatakan BI juga melihat penggunaan mata uang digital di beberapa negara. 


Lebih lanjut, dia mengatakan sebagai contoh, BI melihat Ekuador, salah satu negara yang menerapkan penggunaan mata uang virtual. Onny menjelaskan, dalam melakukan kajian BI juga mempertimbangan isi Undang-Undang tentang Mata Uang. Yang menyebutkan mata uang apa yang untuk dipergunakan di Indonesia. 


“Semuanya jadi pertimbangan tapi kita tidak menampik teknologi yang maju. Kita mengutamakan stabilisas ekonomi dan makro yang ada di Indonesia,” kata Onny.


Karenanya, dia mengaku pihaknya belum dapat memastikan bagaimana bentuk uang digital yang akan dikelola BI.  “Kajian kalau selesai, BI kan belum tentu dilaksanakan. Kalau sudah matang baru diterapkan,”kata Onny. 

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Martina Prianti