Ini Penyebab Harga Minyak Dunia Tertekan Kala Dolar Amerika Menguat

ilustrasi (Pantau.com/Fery Heryadi)ilustrasi (Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com Harga minyak di pasar dunia turun secara berturut-turut di hari ketiga pada perdagangan Rabu (7/2/2018) atau Selasa waktu setempat. Analis menilai penurunan harga minyak lantaran nilai tukar dolar Amerika yang menguat ke tingkat tertinggi.

Patokan harga minyak global seperti harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April turun 76 sen atau 1,12 persen, menjadi USD66,86 per barel, setelah menyentuh terendah sesi di USD66,53 terendah sejak 2 Januari untuk tahun ini.

Patokan harga minyak Amerika sendiri, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) turun 76 sen atau 1,18 persen, menjadi USD63,39 per barel. Angka tersebut, tercatat terendah sejak 22 Januari pada tahun ini

“Minyak mentah bertindak seperti boneka dengan pasar ekuitas dan dolar bertindak sebagai dalang,” kata Brian LaRose, Analis Teknikal Senior di ICAP.

Tercatat, indeks saham utama Amerika indeks S&P 500, telah kehilangan 6,8 persen sejak mencapai rekor tertinggi pada 26 Januari pada tahun ini. Minyak telah turun 5,2 persen.

Hubungan terbalik minyak terhadap dolar, di mana mata uang yang lebih kuat membuatnya lebih mahal bagi para investor non Amerika untuk membeli aset-aset dalam denominasi dolar. Greenback atau dolar Amerika, naik satu persen sejak 1 Februari.

Salah satu faktor yang memberi dukungan terhadap harga minyak, adalah struktur kurva ke depan. Mendorong kontrak berjangka diperdagangkan jauh di atas untuk pengiriman berikutnya di masa yang akan datang.

Faktor pendorong kenaikan harga minyak di pasar dunia lainnya yakni penurunan 1,8 juta barel per hari (bpd) pasokan dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan Rusia.

Namun, kenaikan pasokan Amerika telah menekan minyak. Badan Informasi Energi Amerika memperkirakan produksi minyak mentah dalam negeri pada 2018 meningkat sebesar 1,26 juta barel per hari menjadi 10,59 juta barel per hari tahun ini.

Bulan lalu, kenaikan 970 ribu barel per hari dari tahun ke tahun menjadi 10,27 juta barel per hari.

Sementara itu harga minyak dalam asumsi makro Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 dipatok USD48 per barel. Jadi, meski harga minyak di pasar dunia mengalami reli penurunan, harganya masih tetap lebih tinggi dibandingkan patokan harga minyak yang dibuat pemerintah.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Penulis
Martina Prianti