Ini Penyebab Pencairan Dana Proyek Kereta Cepat Molor

Menteri Budi Karya Sumadi. (Pantau.com/Ratih Prastika)Menteri Budi Karya Sumadi. (Pantau.com/Ratih Prastika)

Pantau.com Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan manajemen PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), kompak angkat bicara penyebab molornya pencairan dana proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

“(Dana pinjaman) belum cair tapi sedang menunggu finalisasi masalah tanah. Kalau (masalah pembebasan tanah) firm itu April tapi di antara itu,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Kamis (8/2/2018).

Ia mengatakan pengerjaan kereta cepat Jakarta-Bandung murni bebas dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Skema yang dipakai, b to b (business to business). Lebih lanjut, Budi Karya menyarankan, awak media untuk bertanya lebih lanjut mengenai hal itu kepada Sahala Lumban Gaol, Komisaris Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) terkaitnya lama pencairan dana pembangunan kereta cepat tersebut. 

Nah, Sahala mengatakan pencairan dana pinjaman bisa dicairkan kalau persyaratan dapat dipenuhi. “Pencairan dana itu kan selalu ada perjanjian persyaratan pencairan dana, sekarang kita lagi menyelesaikannya,” kata Sahala.

Ia menambahkan, salah satu persyaratan utamanya adalah pembebasan lahan. “Berapa persen, salah satunya kita sudah mendekati itu. Yang sudah kita kuasai itu (lahan) 54 km,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama KCIC Hanggoro Budi Wiryawan menambahkan, saat ini pihaknya bersama tim tengah berupaya memenuhi seluruh persyaratan pencairan dana tersebut guna melanjutkan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Catatan Pantau.com, kewajiban yang harus dipenuhi tersebut seperti yang dipersyaratkan oleh Bank Pembangunan China (CDB). Pembiayaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, berasal dari pinjaman CDB sebesar Rp50,8 triliun, atau 75% dari total dana proyek dan sisanya dari modal perusahaan gabungan Badan Usaha Milik Negera (BUMN) Indonesia dan China yakni PT KCIC.

Tim Pantau