Ini Penyebab Reli Pelemahan Rupiah Berlanjut

Rupiah. (Pantau.com/Fery Heryadi)Rupiah. (Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com Nilai tukar rupiah dalam transaksi antarbank pada Jumat (9/2/2018), bergerak melemah sebesar 38 poin menjadi Rp13.628 per dolar Amerika. Sebelumnya, rupiah berada pada posisi Rp13.590 per dolar Amerika.

Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities, Nico Omer Jonckheere mengatakan kenaikan suku bunga acuan The Fed (Bank Sentral Amerika) yang diperkirakan terjadi pada Maret 2018, memberikan sentimen negatif bagi rupiah hingga menembus level Rp13.600 per dolar Amerika.

“Perbaikan data ekonomi makro Amerika Serikat, khususnya data ketenagakerjaan yang disusul kenaikan ekspektasi inflasi dan juga imbal hasil obligasi pemerintah Amerika, menekan mata uang negara berkembang,” kata Nico Omer. 

Ia mengatakan sentimen dari Amerika Serikat, juga mengubah ekspektasi pasar terhadap peluang kenaikan suku bunga The Fed menjadi sebanyak tiga hingga empat kali pada 2018. Sebelumnya, hanya terjadi dua hingga tiga kali.

Sementara itu Analis Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada mengatakan pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika yang menembus level Rp13.600 per dolar Amerika, masih tergolong normal.  “Diharapkan, sentimen dari dalam negeri yang cenderung masih positif dapat menahan tekanan nilai tukar rupiah lebih dalam,” kata Reza.

Reza mengatakan Bank Indonesia sebaiknya melakukan penjagaan agar mata uang rupiah tidak tertekan lebih dalam. “Sehingga tidak menambah kekhawatiran pelaku pasar keuangan di dalam negeri,” lanjutnya.

Catatan Pantau.com, nilai tukar rupiah pada hari ini masih lebih besar dibandingkan nilai tukar yang ditetapkan pemerintah. Asumsi makro Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 mematok nilai tukar rupiah Rp13.400 per dolar Amerika. 

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara